RSS

Arsip Bulanan: Mei 2009

Filter CPL dan ND

Untuk Filter Circular Polarize atau CPL itu biasanya digunakan ketika memotret landscape yang efeknya bisa membirukan warna langit. Namun syaratnya kondisi langit pada saat pemotretan harus sudah biru. Fungsi kedua dari CPL ini adalah untuk digunakan menghilangkan refleksi, contoh ketika memotret etalase toko dapat menggunakan filter ini agar bayangan si pemotret tidak nampak. Bisa juga untuk memotret objek di dalam ruangan kaca agar tidak ada pantulan sinar.

Untuk ND Filter atau neutral density filter secara umum berfungsi untuk menggelapkan tanpa mengubah warna dan kontras. Filter ND ini berguna pada saat anda menginginkan kecepatan sangat lambat pada kondisi cahaya sangat kuat. Misalnya anda ingin memotret buih-buih air di sungai dengan kecepatan 4 detik, sedangkan cahaya matahari sangat kuat. Dengan menggunakan filter ND kita bisa bermain dengan kecepatan sangat lambat walau kondisi cahaya sangat terang.

Hitungan ND secara global adalah sebagai berikut :

ND2 —–> 2 = 2 pangkat 1 ——> jadi turun 1 stop
ND4 —–> 4 = 2 pangkat 2 ——> jadi turun 2 stop
ND8 —–> 8 = 2 pangkat 3 ——> jadi turun 3 stop

dst…

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 12, 2009 in Teori Fotografi

 

Bunga expression

 
 

Membuat Tone IR lebih cerah dan variatif dengan Photoshop “Minimalisir Grain”

Disadur dari Hanky Tanuwijaya ( FN )

Pertama2 masukan file mentah IR kedalam Photo shop…Lalu Ketik “CTRL+U” untuk shortcut menuju pengaturan Hue dan Saturasi..Atur Hue sedemikian rupa untuk memilih kombinasi warna yang anda inginkan…

NB:untuk pertama kali, perbedaan warna belum terlalu terlihat, karena warna keseluruhan masih terlihat pucat..

Kedua.. aturlah saturasi yang ada di bawah metering “Hue”..Saturasi untuk mengatur tingkat kecerahan pada gambar..Dengan menambah saturasi, gambar mulai terlihat makin cerah…Namun perlu diingat, bahwa menambah saturasi akan menimbulkan “grain”…Jadi tambahkan saturasi secukupnya..

Setelah meningkatkan saturasi dan perubahan warna pada Hue, Selanjutnya Gunakan Match Color untuk meningkatkan intensitas warna, dan juga memperbaiki warna yang terlihat lebih pucat…Match color lebih minimal meningkatkan grain dibanding dengan penambahan saturasi..

NB:Letak menu “match color” IMAGE>ADJUSTMENT>MATCH COLOR

Sampai tahap ini sebenarnya Warna sudah lebih cerah dan Tone baru sudah bisa didapatkan…Namun, untuk lebih variatif, bisa kita lanjutkan kepada tahap berikutnya dengan penggunaan menu Selective color..

fungsi..Selective color fungsinya adalah untuk memilih Warna yang ada pada Gambar, Lalu mengatur kadar warna yang ada di dalamnya..

Misalkan.. Jika anda memilih warna biru, Berarti komputer akan menyeleksi semua unsur pada gambar yang mengandung warna biru.. Lalu anda atur kadarnya warna CMYK (cyan,Magenta,Yellow,Black)sesuai keinginan anda..

pada gambar dibawah, yang saya pilih adalah warna biru pd gambar, dan saya tambah kadar cyan agar langitnya makin terang dan segar… Letak Selective color:IMAGE>ADJUSTMENTS>SELECTIVE COLOR

Tahap selanjutnya yaitu dengan mengatur kontras gambar tersebut…pada gambar di bawah, saya menggunakan Curve”CTRL+M” untuk mengaturnya…tetapi ada cara lain yang lebih mudah dilakukan yaitu dengan pengaturan Level”CTRL+L”…

Bagian kiri adalah metering untuk shadow, dan bagian kiri adalah metering Highlight…Dengan Metering Level dan Curve ini, gambar dapat terlihat lebih hidup..

Selesai sudah..Retouching untuk mempercerah gambar IR…Untuk Penyelesaian akhir, kita kambali kepada cara pertama…yaitu dengan pengaturan HUE “CTRL+U”….Dengan Mengatur metering Hue tersebut, anda akan mendapat pilihan warna yang cukup banyak…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 12, 2009 in teori photoshop

 

Apa itu Aperture atau Diafragma?

Apa itu Aperture atau Diafragma? ( disadur dari Teddy widhi Blogspot )

Didalam dunia fotografi, pasti ada istilah Aperture atau Diafragma. Aperture atau Diafragma berguna untuk mengatur banyak sedikitnya intensitas “volume” cahaya yang masuk kedalam kamera yang ditangkap oleh sensor/film. Alat ini biasanya terletak di belakang lensa, tersusun dari lempengan logam yang sangat tipis, sehingga bisa diatur agar bisa membuka lebih lebar atau menyempit. Dibawah ini gambaran umum diafragma yang ada di kamera:

Biasanya penulisan angka-angka diafragma atau aperture pada kamera seperti berikut ini : f/2, f/2.8, f/4 dst. seperti gambar diatas. Perlu diketahui, semakin kecil angka diafragma akan semakin banyak cahaya yang disalurkan oleh lensa kedalam kamera.

Pada dasarnya Apertuer itu sendiri adalah lubang ditengah-tengah bilah besi diafragma, dimana cahaya dapat masuk atau nyelonong dalam sebuah lensa. dan besar kecilnya lubang itu sendiri tidak lain diatur dengan bilah-bilah diafragma.

Rumus dasar dari angka diafragma diperoleh dari perbandingan antara panjang fokus lensa dan diameter permukaan lensa.

Note :

Setiap kali mengecilkan bukaan diafragma satu stop, berarti mengurangi volumi cahaya (yang masuk melalui lensa) sebanyak setengahnya. sebaliknya, bila memperlebar bukaan diafragma satu stop, berarti menambah volume cahaya sebanyak dua kali lipat dari sebelumnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2009 in Teori Fotografi

 

Moment 8 May ( part 3 )

 
 

Moment 8 May 2009 ( part 2 )

 
 

Moment 8 May 2009