RSS

Arsip Bulanan: September 2009

Tape Ketan

 

Bahan :

500 gr beras ketan putih / ketan hitam

1 Lt air

2 sdm pandan pasta

400 ml air panas

5 sdm gula pasir

2-3 butir ragi tape, dihaluskan

 

Cara membuat :

1. Rendam beras ketan dengan 1 Lt air dan 2 sdm pandan pasta semalaman.

2. Tiriskan beras lalu kukus sampe beruap banyak. Selanjutnya siram dengan 400 ml air panas, kukus lagi selama 15 menit. Diamkan hingga dingin.

3. Ratakan setengah bagian ketan di dalam wadah, taburi setengah bagian ragi dan gula. Tutup lagi dengan sisa ketan, taburi juga sisa ragi dan gula.

4. Tutup wadah dengan rapat, bungkus dengan serbet lalu letakkan di tempat yang hangat.

5. Biarkan selama 3 hari. Setelah jadi, langsung simpan di kulkas supaya tidak terjadi over fermentasi.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 17, 2009 in favorit food

 

My Photo Journey

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 16, 2009 in photo collection

 

Empal Gentong Khas Cirebon

 

Bahan Resep Empal Gentong Khas Cirebon

Bahan:

250 g daging sandung lamur sapi

250 g hati sapi

250 g limpa sapi

2 sdm minyak sayur

2 lembar daun salam

1 batang serai, memarkan

1 liter santan encer dari 1 butir kelapa parut

250 ml santan kental dari ½ butir kelapa parut

 

Bumbu, haluskan:

8 butir bawang merah

4 siung bawang putih

4 butir kemiri

3 cm kunyit

½ sdt merica butiran

2 sdt garam

 

Taburan:

3 sdm bawang merah goreng

2 sdm daun bawang iris halus

Cara Membuat Empal Gentong Khas Cirebon

 

Rebus daging sapi dan jeroan secara terpisah dalam air secukupnya

hingga empuk.

Angkat daging dan jeroan, potong-potong. Sisihkan kaldu daging

sebanyak 500 ml.

Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan salam dan

serai, aduk hingga layu.

Masukkan potongan daging dan jeroan, aduk rata. Angkat.

Taruh dalam panci, tuangi kaldu dan santan encer. Masak hingga

mendidih dan bumbu meresap.

Tuangi santan kental. Masak dengan api kecil hingga kuah kental dan

berminyak.

Angkat. Taburi bahan Taburan. Sajikan panas.

Untuk 6 orang

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 16, 2009 in favorit food

 

Prince Of Persia: The Two Thrones

Prince dan Dark Prince

Dark Prince adalah sosok gelap dari sang Prince yang terpapar Sands. Ia jauh lebih kuat dari Prince, tapi lebih rentan. Kondisinya akan terus menurun kecuali Anda menemukan serbuk Sands of Time. Serbuk ini bisa didapat dari musuh atau setiap benda yang bisa dihancurkan. Namun, kontradiksi ini akan berakhir begitu Prince mendapat pedang ayahnya (King’s Sword) di area The Well of Ancestors. Tak ada lagi Dark Prince, bahkan pedang ini menyebabkan Prince jadi sangat kuat. Sekali tebas, musuh mati.

Alur Jalan

Menemukan alur dalam The Two Thrones cukup mudah jika Anda ingat semua kemampuan Prince maupun Dark Prince. Ketika jalan tampak benar-benar buntu, dan tak ada platform yang bisa diraih, cobalah cari dua dinding yang saling berhadapan. Berlarilah vertikal di dinding kemudian melompat dan menjejak antardinding hingga ke sampai atas.

Alternatif lain adalah mencari sebuah rongga vertikal sebagai mekanisme penggerak pintu. Atau, bila platform yang ada terlalu jauh dan tak bisa dijangkau dengan berlari vertikal atau horizontal di dinding, maka cari peti yang bisa didorong di sekitar situ sebagai pembantu pijakan. Pada area Market Place, Peti ini juga bisa berguna sebagai pengganjal mekanisme plat tekan untuk membuka pintu, dengan begitu sang Prince tinggal menekan plat satunya dan memasuki pintu yang terbuka.

Speed Kill

Speed Kill adalah elemen baru yang mempengaruhi gameplay. Speed Kill hanya bisa dilakukan bila musuh lengah. Setelah cukup dekat dan layar berpendar, tekan E untuk mengaktifkan Speed Kill. Bersiap ketika belati berpendar dan tekan E untuk eksekusi. Terlambat atau terlalu cepat menekan E, akan menyebabkan Speed Kill gagal. Eksekusi yang dibutuhkan umumnya lebih dari sekali. Semakin tangguh musuh, jumlah eksekusi bisa bertambah.

Anda bahkan dapat melakukan Double Speed Kill. Caranya adalah dengan menyergap (dari atas) dua musuh sekaligus. Namun, risiko gagal jadi lebih besar. Speed Kill bisa pula dilakukan dengan bantuan shutter.

Khusus Dark Prince, kemungkinan kegagalan Speed Kill nyaris tidak ada. Penyebabnya adalah karena ia tidak perlu momen yang tepat. Anda cukup menekan E berkali-kali untuk mengeksekusi musuh.

Life Upgrade

Sesuai namanya, Life Upgrade akan menambah HP. Fitur ini bersifat opsional, artinya boleh dilakukan atau tidak. Life Upgrade akan menguji Prince untuk melalui berbagai jebakan mematikan. Tak ada trik luar biasa, kecuali bergerak cepat pada saat yang tepat.

Life Upgrade 1

Area: The Sewer

Lokasi: Menjelang keluar dari area sewer, akan ada dua percabangan, kanan merupakan pintu keluar yang dipenuhi jebakan seperti Sawblade, dan dikiri ada sebuah lorong yang tertutup tirai. Inilah jalur menuju Life Upgrade 1. Lalui semua rintangan hingga sampai ke fountain emas.

Life Upgrade 2

Area: The Lower City Roftops

Lokasi: Menjelang keluar dari area ini, Anda akan temui dua pintu. Pintu dengan dinding merah adalah pintu keluar, sedangkan pintu di bawah menuju ke Life Upgrade 2. Manfaatkan stabsquare di dinding terdekat, lalu lari menyusuri dinding menuju rongga vertical mekanis. Saat pintu terbuka, tuju ke jalur Life Upgrade 2 dulu. Ikuti alur sampai bertemu fountain emas.

Life Upgrade 3

Area: The Temple

Lokasi: Jalur menuju Life Upgrade 3, tak lama setelah Anda menjadi Prince. Akses dan putar handel agar air di ruang ini kering. Setelah mengalahkan dua musuh, lari vertical dinding dan loncat. Panjat ke atas. Loncat ke pilar yang patah dan panjatlah. Loncat ke langkan yang ada. Kemudian loncat ke platform tiang bergantung. Naiki dan loncat antar tiang-tiang ini hingga ke atas. Tak lama Anda akan melihat lorong yang tertutup tirai. Itulah alur menuju Life Upgrade 3, loncat ke sana.

Life Upgrade 4

Area: The Canal

Lokasi: Jalur menuju Life Upgrade 3 berada di sisi fountain save game (setelah menunggang golem). Perhatikan lubang di dinding kanan! Lakukan roll untuk melewatinya. Selanjutnya susuri alur menuju ke fountain emas.

Life Upgrade 5

Area: The Palace Entrance

Lokasi: Setelah Landscape View menunjukkan langkah yang bergerak. Lari susuri dinding menuju langkah tersebut, lalu ke dinding kayu dan loncat ke stab square di atasnya. Selanjutnya lari susuri dinding dan loncat ke tiang bergantung. Panjat tiang ini, loncat dan kemudian berayun ke tiang berikutnya, lalu ke balkon. Bereskan dua musuh, dan jangan mengakses handel rotasi dulu. Di dinding seberang ada tiga stab square. Tuju ke sana, dan “panjat” stab square. Lalu loncat antardinding untuk mencapai switch pembuka pintu di seberang. Turun dan tusuk stab square di bawah. Lakukan Slow Down Time, dan lompat kembali ke balkon. Masuki pintu yang terbuka untuk menuju fountain emas.

Life Upgrade 6

Area: The Middle Tower

Lokasi: Tak lama setelah Anda menggeser batu pemberat ke elevator, dan meloncat antar-platform, akan muncul tanda Landscape View. Lihat ke bawah, ada pintu masuk di situ. Turuni tiap platform untuk mencapai pintu ini. Loncat ke sana dan ikuti alur hingga bertemu fountain emas.

Boss

Semua boss dalam game ini hanya dapat dikalahkan dengan Speed Kill. Berikut adalah bos-bos tersebut:

1. Klompa

Area: The Arena

Fase 1: Butakan mata

Perhatikan di pinggir arena ada dua tempat di mana Anda bisa menuju ke atas. Manfaatkan, dan sesampai di atas aktifkan Speed Kill. Lakukan eksekusi begitu belati berpendar. Berhasil dengan satu mata, lakukan kembali hal yang sama. Bedanya kini Anda harus melalui tempat lainnya, karena tempat sebelumnya sudah hancur.

Fase 2: Penyelesaian

Setelah buta, Pastikan Prince berada di bawah kakinya. Sabet kakinya berkali-kali dengan belati hingga berlutut. Setelah itu, tekan E untuk mengakses Speed Kill.

2. Mahasti

Area: The Brothel

Fase 1: Prince

Ushakan terus berputar, menyerang dan sesekali memblok serangannya. Jangan bertahan di tempat, karena boss ini punya tendangan super yang tak bisa diblok.

Fase 2: Dark Prince

Lari horizontal dinding menuju platform antara, bunuh monster sands yang muncul. Kembali lari horizontal dinding lalu lompat ke platform kayu. Trik mengalahkannya adalah dengan mengombinasikan Eye of the Storm (slow down time) dan daggertail. Mendekati babak akhir, monster sands akan berkurang. Artinya, Dark Prince harus bergerak cepat sebelum tewas kehabisan HP.

3. The Twins

Area: The King’s Road

Fase: Penyelesaian

Satu-satunya strategi menghadapi mereka adalah dengan menyerang yang bersenjata pedang. Saat Anda menyerangnya, kembaran berkampak akan menyerang dengan sekuatnya sehingga kapak menancap dalam di tanah. Saat itulah, bergerak ke bagian belakang si pengampak dan aktifkan Double Speed Kill. Butuh beberapa Double Speed Kill untuk membunuh salah satu di antaranya. Sedangkan satunya akan dibunuh Farah.

4. Zervan/Vizier

Area: The Terrace

Fase 1: Kurangi HP

Hindari serangan Vizier dengan meloncat atau rolling. Serang begitu ada kesempatan.

Fase 2: Platform berputar

Vizier akan melayang dan membuat platform batu yang berputar mengelilingi arena. Hindari batu, dan tuju pilar terdekat dengan Vizier. Lari vertikal pada pilar, dan aktifkan Speed Kill. Lakukan hal sama dua kali lagi.

Fase 3: Platform melayang

Vizier akan terbang tinggi, dan membentuk platform melayang. Naiki platform dengan bantuan pilar. Lalu manfaatkan platform terdekat untuk mencapai sang Vizier. Pastikan Prince berdiri diatas platform, bukan bergantung) agar tak terjatuh saat terkena serangan vizier. Setelah mencapai platform terdekat dengan Vizier, loncatlah. Tunggu belati berpendar dan tekan E.

5. Dark Prince

Area: The mental Realm of Madness

Fase: Lompati Platform

Tuju dan serang Dark Prince. Platform membingungkan hanya ketika Anda mencapai platform dengan platform lain berada di bawahnya. Triknya adalah dengan meloncat ke platform atasnya, lalu loncat balik ke platform sebelumnya, dan loncat kembali platform tadi yang kini sudah berganti posisi. Saat Dark Prince memecah diri menjadi banyak. Tak perlu menyerangnya, segera lari menuju cahaya.

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada September 14, 2009 in guide games

 

G.I. JOE

 

Jenis Film : Action

Produser : Lorenza Di Bonaventure, Bob Ducsay

Produksi : Paramount Pictures

Homepage : http://www.gijoemovie.com/

Durasi : 0

 

Cast & Crew

Pemain :

Channing Tatum

Christopher Eccleston

Sienna Miller

Dennis Quaid

Ray Park

Adewale Akinnuoye-Agbaje

Sutradara :

Stephen Sommers

Penulis :

Stuart Beattie

David Elliot

Paul Lovett

M.A.R.S. berhasil membuat sebuah senjata biologis yang sangat berbahaya dan memberinya nama nanomites. James McCullen (Christopher Eccleston) lantas memerintahkan dua orang serdadu NATO, Duke (Channing Tatum) dan Ripcord (Marlon Wayans) untuk mengawal sebuah tas berisi nanomites ini agar tidak jatuh ke tangan orang-orang yang salah.

Sayang dalam perjalanan, Duke dan Ripcord disergap oleh sekawanan serdadu bayaran yang dipimpin oleh Baronness (Sienna Miller). Kalah dalam sisi jumlah dan persenjataan, Duke dan Ripcord hampir saja mengalami nasib tragis kalau saja General Hawk (Dennis Quaid) dan pasukannya datang menolong. Namun meskipun begitu, tas berisi nanomites tetap saja dapat direbut Baronness dan kawan-kawannya.

General Hawk lantas mengajak Duke dan Ripcord untuk bergabung dengan pasukan elit yang ia bentuk, tim tentara super yang ia sebut G.I. Joe. Merasa bertanggung jawab pada nanomites yang kini berada di tangan sekelompok teroris dan dendam atas kekalahan dari musuh lamanya, Baronness, Duke pun bersedia bergabung bersama G.I. Joe.

Kini, bersama dengan Scarlett (Rachel Nichols), Snake Eyes (Ray Park) dan tim G.I. Joe yang lain, Duke dan Ripcord harus bekerja keras memburu Baronness dan seluruh anggota organisasi Cobra yang bermaksud menggunakan nanomites ini untuk menguasai seluruh dunia dengan cara menebar penderitaan dan ketakutan.

Film G.I. Joe: The Rise of Cobra ini dibuat berdasar franchise mainan anak-anak G.I. Joe: A Real American Hero yang diproduksi oleh Hasbro antara tahun 1982 dan tahun 1994. Dalam versi toy-nya, ada sekitar 500 karakter dan sekitar 250 kendaraan yang dirilis ke pasar dan film ini mencoba memberikan visualisasi dari para karakter inti yang muncul pada jajaran mainan ini.

Seolah paham bahwa G.I. Joe adalah sebuah legenda, sutradara Stephen Sommers berusaha membuat alur kisah film ini sedekat mungkin dengan fakta-fakta yang ada dalam franchise ini. Secara umum, film ini memang seolah adalah perpanjangan tangan dari franchise yang bermula dari produk toy sampai dibuatkan versi kartunnya ini. Kenyataan ini jelas akan menjadi sebuah berkah buat para die-hard fans franchise ini.

Ada beberapa hal lagi yang membuat Stephen Sommers jadi ‘sukses’ mengadaptasi franchise ini adalah pemilihan para pemeran yang tergolong cukup mampu berakting untuk sebuah film yang sebenarnya sama sekali tak memerlukan kemampuan akting. Kedua, Stephen Sommers mampu menyajikan pengalaman berbeda buat penonton. Artinya, penonton dibawa untuk bisa melihat dari dekat aksi laga para tokoh pujaan mereka dari dekat. Koreografi tarung tak hanya dibuat menarik namun penonton juga dapat melihat dengan jelas “apa yang sedang mereka lakukan”.

Stephen Sommers juga mengusung setumpuk gadget berteknologi tinggi dan kendaraan tempur layaknya dalam versi toy maupun kartunnya dan membuat film ini jadi lebih dekat dengan sumber aslinya. Meski tergolong film laga dengan tensi tinggi, namun Sommers tetap membuatnya ‘ramah’ buat anak-anak mengingat film ini harus masuk kategori PG-13. Artinya, meski aksi laga cukup violent, namun Anda tak akan melihat ada darah berceceran seperti pada film SAW misalnya.

Sayang kelebihan yang sudah ada itu tak diimbangi dengan penulisan naskah yang bagus juga. Bisa dikatakan bahwa ide cerita film ini sangat sederhana, nyaris ide cerita film kartun yang berdurasi sekitar 30 menit saja. Sisa waktu hanya diisi oleh serangkaian aksi laga untuk memenuhi kuota agar bisa disebut sebuah film feature.

Karakter tak cukup dieksplorasi sehingga para aktor pun tak punya ruang untuk membuat para karakter yang mereka perankan terasa ‘hidup. Dialog bisa dibilang absen dan digantikan dengan sederet catch phrase macam “Damn, that ninja’s fast!” atau “Dead guys don’t breakdance” misalnya. Namun terlepas dari itu, tetap saja G.I. Joe: The Rise of Cobra ini adalah sebuah film yang menghibur.(int/ekk)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 8, 2009 in favorite movie

 

New Update Bunga Amara Pradhia Zafirah

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 8, 2009 in photo collection

 

Sambal Jamblang

Bahan – bahan :

300 g cabai merah besar, buang bijinya, iris halus memanjang

60 g bawang merah, utuh buang kulit

25 g bawang putih, iris tipis

30 g gula merah, haluskan

75 ml Minyak Sayur

50 g Kulit Melinjo Merah

2 lembar Daun salam

2 batang serai

1-2 sdm kecap manis

1 sdt garam

 

Cara Pembuatan:

Tumis bawang merah hingga hampir layu.

Tambahkan bawang putih, daun salam dan serai. Aduk hingga layu.

Masukan irisan cabai merah dan tumis dengan api kecil hingga keluar aroma dan layu.

Tambahkan gula, garam dan kecap.

Panaskan dengan api kecil.

Aduk sesekali selama 1-2 jam sampai benar-benar layu dan matang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2009 in favorit food