RSS

Masih berkaitan dengan nafsu

19 Mei

Assalamualaikum Wr. Wb.

Nafsu

Dunia adalah tidur,akherat adalah bangun,di antara keduanya ada kematian. Sementara kita saat ini berada dalam mimpi-mimpi yang kosong. Barangsiapa yang melihat berdasarkan hawa nafsunya tentu ia akan kebingungan dan tersesat.

“Apakah engkau pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya? Dan Allah menyesatkan dia sebab..(mengetahui kejahatan hatinya)…” [ Al-Jatsiyah : 23 ]

Tidak ada satupun umat muslim yang mau disebut menuhankan hawa nafsu. Akan tetapi ketika selalu condong pada kemauan diri, apalagi tidak mengindahkan syariat Islam, apakah namanya ini? Syirik! menduakan Allah! itulah dosa yang tercipta.

Para ma’rifat berkata : “Apabila dalam hatimu muncul dua, maka engkau tidak tahu lagi kebenaran. Maka lihatlah, pikir, mana di antara dua itu yang lebih dekat dengan nafsumu (keinginanmu), maka perangilah.”

Semua manusia memiliki nafsu,yaitu keinginan untuk berbuat jahat. Inilah musuh pertama kita yang menjadi bagian tentara iblis, karena kekuatan setan terletak pada nafsu kita. Jangan beri kesempatan nafsu untuk berkhayal hal-hal kosong yang penuh tipu daya. Ciri khas nafsu ialah merasa enak, lalai, santai atau malas. Dan semua ajakannya bersifat bathil. Andai ada yang menuruti perintahnya, lambat laun akan rusak. Atau lupa tidak memperhitungkannya maka akan hanyut dan sulit sekali menolak keinginannya. Padahal semua itu hanya akan mengajak kita ke neraka.

Nabi SAW bersabda : “Ada tiga hal yang bisa menghancurkan (1) taat pada hawa nafsu (2) mengikuti sifat kikir (3) sombong.”

Nafsu tidak bisa diajak ke arah kebaikan, dia merupakan sumbernya bencana dan itu salah satu simpanan tentara iblis yang akan bermuara pada semuuuuua kejahatan. Tidak ada Zat yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan sendiri, maka bertaqwalah hanya kepada Allah.

Seharusnya orang yang berakal, akan menobati dosa-dosanya di masa lampau dan berpikir yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, menyedikitkan lamunan, mempercepat tobat, meninggalkan yang dilarang, memperbanyak amal sholeh dan bersabar mengekang hawa nafsu. Karena memperturutkan hawa nafsu, akan menjadikan seseorang menyembah bukan lagi pada Allah tetapi pada berhala Nafsu.

Ya Mutakabir..Ya Quddus..

Engkau Maha Memelihara segala yang terjadi,termasuk memelihara kami dari buruknya nafsu kami.

Sesungguhnya kami tidak layak mendapatkan indahnya SurgaMu

Akan tetapi kamipun tak sanggup berdiam di NerakaMu

Jagalah kami senantiasa belajar mengikuti sifat QuddusMu

Agar kami tidak terseret pusaran nafsu yang membawa kami ke dalam panasnya api Neraka. Amin Ya Robbal Alamin..

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 19, 2011 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s