RSS

Arsip Bulanan: Juni 2011

Rahasia Gerakan Shalat

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah, serta dilakukan secara istikamah.

Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.

Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”

Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat “gaya” shalat seperti itu.

Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, “Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat.”

Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.

Namun seperti “biasanya”, Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!”

“Sahabatku,” kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma’ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”

Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar “benar” gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.

Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap “tidak shalat” orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).

Hikmah gerakan shalat

Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek “olah rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan komunikasi” antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).

imageDalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).

Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal. “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”

Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.

Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya? Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.

“Rukuklah dengan tenang (tumaninah).” Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.

“Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

“Selepas itu, sujudlah dengan tenang.” Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.

“Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.” Apa maknanya? Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!

Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Wallaahu a’lam. (swaramuslim.net)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 28, 2011 in Sucikan Hati

 

hanya 1 barisan yang selamat di akhirat

Suatu ketika, Muaz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” Surah an-Naba’:18. Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….” Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut :-

BARISAN PERTAMA – Diiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDUA – Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KETIGA – Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEEMPAT – Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”

BARISAN KELIMA – Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEENAM – Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KETUJUH – Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDELAPAN – Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEMBILAN – Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEPULUH – Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEBELAS – Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDUA BELAS – Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”

Jika engkau menginginkan kecintaan dengan Allah, maka keraslah terhadap dirimu sendiri untuk selalu mematuhi perintah-Nya . Jika engkau merasakan manisnya berhubungan dengan Allah, tahulah engkau betapa pahitnya berpisah denganNya.

wallahu’alam..

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 28, 2011 in Sucikan Hati

 

Seandainya Rasulullah ke Rumah Kita

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita…. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan?

Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita.

Beliau tentu tersenyum….

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.

Beliau tentu tetap tersenyum….

Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah ******* yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.

Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.

Beliau tentu tersenyum….

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.

Beliau tentu tersenyum….

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya, tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja.

Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang Shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.

Beliau tentu tersenyum….

Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Ke mana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?

Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi.

Beliau tentu tersenyum….

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur’an.

Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.

Beliau tentu tersenyum….

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.

Betapa senyum beliau masih ada di situ….

Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita…. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?

Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu?

Maafkan kami ya Rasulullah….

Masihkah beliau tersenyum?

Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir….

Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah……..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 24, 2011 in Sucikan Hati

 

Beberapa doa

Sebuah Hadist Rasulullah untuk direnungkan dan untuk dilaksanakan sebagai seorang muslim.

An Abuhurairata :

Lai sa shalaatan atsqala ‘alal munafiqiina minal fajri Wal ‘isyaai walaw ya’ lamuuna maa fihima la ataw humaa walaw habwan.

Dari Abu Hurairah:

Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik, kecuali shalat FAJAR/SUBUH dan shalat ‘ISYA (berjamaah di masjid), dan jika mereka tahu pada dua shalat itu (tentang ganjaran/pahalanya), maka mereka akan melakukannya/medatangi masjid walaupun dengan merangkak.

 

Bacaan sewaktu SUJUD SAJADAH (Ayat Alif Laam Miim Tanzil)

Sajada waj hiya lilladzi khalaqahu wa shaw warahu Wa syaqqa sam ‘ahu bihaulihi wa quw watihi.

Aku sujud kepada Tuhan yang menjadikan diriku, yang telah membuat diriku mampu mendengar dan melihat dengan kekuasaan dan kekuatannya.

 

DOA WAKTU BERTA’ZIAH

1. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aafii wa’ fu ‘anhu.

Ya Allah! Ampunilah segala dosanya dan beri rahmatlah dia, sejahterakanlah dia dalam kuburnya, dan maafkan semua kesalahannya.

2. Allahummaj ‘al qabrahu raudhatan min riaadhil jannah walaa taj’al qabrahu hafratan min hafarinnaar.

Ya Allah! Jadikanlah kuburnya bagaikan taman syurga baginya, dan jangan Engkau jadikan seperti lobang neraka.

 

= DO’A UNTUK PENGANTEN =

ALLOHUMMA BAARIK LIHAADZAL’AQDILMAIMUUN – WAJ’AL IJTIMAA’UHUMAA ‘ALAA HUSHUULI KHAIRIN YAKUUN – WA ALLIF BAINAHUMALHABBATA WALWADAAD.

Ya Allah! Kami bermohon kehadiratMu kiranya akad perkawinan yang mulia ini Engkau beri berkah. Jadikanlah perjodohan keduanya beroleh kebaikan. Dan jadikannlah keduanya saling cinta mencintai.

 

ALLOHUMMA ALLIF BAINAHUMAA KAMA ALLAFTA BAINA AADAM WA HAWAA’ – WAKAMA ALLAFTA BAINA MUUSA WA HARUUN – WA KAMA ALLAFTA YUUSUFA WA ZULAIKHA -WA KAMA ALLAFTA BAINAN NABIYYA S.A.W WA KHODIJATALKUBRO.

Ya Allah! Jadikanlah diantara keduanya rukun dan damai sebagaimana telah Engkau rukun damaikan diantara Nabi Adam dan Hawa. Dan sebagaimana Engkau rukun damaikan antara Nabi Musa dan Harun. Begitu juga seperti yang telah Engkau jodohkan antara Nabi Yusuf dengan Zulaikha. Dan juga seperti yang Engkau berkahi antara Nabi Muhammad saw dengan Khadijah yang agung.

 

= DOA AQIQAH DAN MEMBERI NAMA ANAK =

Allahummaj ‘alna haadzal ismi mubaarakal lahu fiiman khafaka wattaqaka, waj ‘allahu bil waalidaini ihssaana.

Ya Allah! Jadikanlah nama ini memberi berkah baginya, menjadi anak yang taqwa kepada Allah dan berbakti kepada ibu bapanya.

Allahumma thawwil ‘umurahu fii thaa ‘atika shahhih ajsaadahu, Allahummaj ‘Alahu za ‘iiman fi kabirihi, wa tsabbit imaanahu ‘alaa balaa ik.

Ya Allah! Panjangkanlah umurnya dalam mentaati agama Engkau, sehatkanlah tubuhnya. Jadikanlah dia sebagai pimpinan setelah dewasa, dan tetapkanlah imannya menghadapi cobban dunia dan akhirat.

 

Perhatian : berdoa untuk PENGANTEN – TA’ZIAH – dan ‘AQIQAH mulai dengan TAHMID dan SHALAWAT

 

Keterangan :

Zikir zikir yang disebutkan diatas berdasarkan hadits Rasulullah saw dikutip dari kitab SUBULUSSALAM dan FIQHUSSUNNAH.

 

DO’A HAJI/HAJJAH KEMBALI DARI MELAKSANAKAN IBADAH HAJI (WAKTU MEMASUKI

RUMAH MASING MASING)

====================================

Assalamu ‘alaikum warahmatullai wabarakatuh.

Marilah kita berdoa ke hadirat Allah, mohon limpahan rahmat dan karunia dari padaNya dengan penuh perhatian:

Bismillahiraahmaanirrahiim. Alahamdulillahi rabbil ‘aalamin Washshalaatu wassalaamu ‘ala asyrafil ambiyai wal mursaliin Wa ‘ala aalihi washahbihi ajma’iin.

Ya Allah ya Rahman, kami yg hadir ini adalah hamba-hambamu yg lemah, mudah terpengaruh dan tergoda, karena itulah kami sering tersalah, terlupa dan melanggar larangan – laranganmu, kami mohon kehadiratamu kiranya engkau memaafkan kesalahan – kesalahan kami dan mengampunkan dosa – dosa kami. Amin ya rabbal ‘aalamin.

Ya Allah ya Rakhim, ampunilah dosa-dosa ibu bapak kami, sayangilah keduanya sbgmana mereka menyayangi kami ketika kecil dahulu. Ya Allah yang maha pemurah lagi penyayang, ampunilah dosa – dosa istri dan anak – anak kami, jadikanlah mereka menjadi anak – anak yang saleh/salehah dan patuh mengamalkan agamanya. Amin ya Rabbal ‘aalaminn.

Ya Allah ya Tuhan seru sekalian alam, ampunilah dosa – dosa famili kami, dosa – dosa sahabat dan kenalan kami, dosa – dosa orang – orang yang membimbing dan mengajar kami, ampunilah dosa – dosa kami yang hadir disini semua. Amin ya rabbal ‘aalamin.

Ya Allah pencipta kami dan pencipta alam raya ini, kami mohonkan curahan kurniamu kepada teman, sanak saudara kami yang belum menunaikan ibadah haji, kiranya Engkau mudahkan jalan bagi mereka untuk mengunjungi Baitullah untuk menunaikan ibadah haji ditahun mendatang. Amin ya rabbal ‘aalamin.

Rabbana aatina fiddun ya hasanah, wafil aakhirati hasanah wa qinaa azaabannaar. Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashiifuuna wa salaamu ‘alal mursaliina wal hamdulillahi rabbil ‘alamin. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

 

SHOLAT JENAZAH:

Syarat-syarat sholat jenazah :

Sholat jenazah sama halnya dengan sholat yang lain, yaitu harus menutup ‘aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap Qiblat. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani. Letak jenazah sebelah Qiblat orang yang menyolatinya, kecuali kalau sholat dilakukan diatas kubur atau sholat ghaib.

Rukun dan cara mengerjakan sholat jenazah :

Sholat jenazah tidak dengan rukuk’ dan sujud serta tidak dengan adzan dan iqamat, dan caranya sebagai berikut :

Setelah berdiri sebagaimana mestinya akan mengerjakan sholat, maka ; Niat, menyengaja melakukan sholat atas jenazah dengan empat takbir, menghadap qiblat karena Allah. Lafaz niatnya untuk jenazah laki-laki :

USHALLII ‘ALAA HAADZAL MAYYITI ARBA’A TAKBIIRAATIN FARDLAL KIFAAYATI (MA’MUUMAN/IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA. ALLAHU AKBAR.

“Aku niat sholat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah. Allahu Akbar”.

 

Untuk jenazah perempuan:

USHALLII ‘ALAA HAADHIZIL MAYYITATI ARBA’A TAKBIIRAATIN FARDLAL KIFAAYATI (MA’MUUMAN/IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA. ALLAHU AKBAR.

Setelah tabiratul ihram, yakni setelah mengucapkan “ALLAHU AKBAR”

bersamaan dengan niat, sambil meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri diatas perut (sedakep), kemudian membaca Fatihah (tidak membaca surat yang lain). Setelah membaca Fatihah terus takbir membaca “ALLAAHU AKBAR”

Setelah takbir kedua, terus membaca shalawat atas nabi:    

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMADIN.

“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad”

Lebih sempurna bacalah shalawat sbb:

ALLAAHUMMA SHALLI’ALLA MUHAMMADIN WA ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA ‘ALAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI IBRAAHIIMA WABAARIK ‘ALAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA ‘ALAA IBRAAHIMA WA’ALAA AALI IBRAAHIIMA FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIIDUN.

“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. Diseluruh alam ini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia”.

Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca doa sekurang kurangnya sbb.:

ALLAAHUMMAGHFIR LAHUU WARHAMHU WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU

“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahter dan maafkanlah dia”

Lebih sempurna membaca do’a sbb. :

ALLAAHUMMAGHFIR LAHU (LAHAA) WARHAMHU (HA) WA’AAFIHI (HA) WA’FU ‘ANHU (HA) WAKRIM NUZUULAHU (HA) WAWASSI’ MADKHALALU (HA) WAGHSILHU (HA) BIL MAA-I WATS TSALJI WALBARADI WANAQQIHI (HA) MINASL KHAATAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSABUL ABYADLU MINAD DANASI WABDILHU (HA) DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHII UJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI (HA) WAQIHI (HA) FIT-NATAL QABRI WA’ADZAABAN NAARI.

“Ya Allah, ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah dia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur, dan adzab api neraka”.

Keterangan : Jika mayit perempuan lafazh LAHU menjadi LAHAA dan seterusnya.

Jika mayit anak anak doanya sbb. :

ALLAAHUMMAJ’ALHU FARATHAN LI-ABAWAIHI WA-SALAFAN WADZUKHRAN WA’IZHATAN WA’TIBAARAN WASYAFII’AN WATSAQQIL BIHI MAWAAZIINAHUMAA WAFRIGHISHSHABRA ‘ALAA QULUUBIHIMAA WALAA TAFTINHUMAA BA’DAHU WALAA TAHRIMNAA AJ-RAHU.

“Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibadat serta syafa’at bagi orang tuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu bapanya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya”

Selesai takbir ke empat, membaca doa sbb.:

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WALAA TAFTINNAA BA’DAHU WAGHFIR LANAA WALAHU.

” Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia”

Lebih sempurna dan lengkap membaca doa sbb.:

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WALAA TAFTINNAA BA’DAHU WAGHFIR LANAA WALAHUWALI IKHWAANINAL LADZIINA SABAQUUNA GHILLAN LILLADZIINA AAMANUU RABBANAA INNAKA RA’UUFUR RAHIIMUN.

“Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan jangalah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi saudara – saudara kita yang mendahului kita dengan iman, dan janganlah Engkau menjadikan unek – unek/gelisah dalam hati kami dan bagi orang – orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Kemudian (selesai) memberi salam sambil memalingkan muka ke kanan dan ke kiri dengan ucapan sbb:

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

” Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kami sekalian”.

 

DOA MASUK MASJID:

Allahummaghfirlii dzunuubii waftah lii abwaaha rahmatika.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, bukakanlah pintu-pintu rahmat dan restuMu.

 

DOA KELUAR MASJID:

Allahummaghfirlii dzunubii waftahlii abwaaba fadlika. Allahumma ‘shimnii min asysyaithaanirrajiimi.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu kemurahanMu. Ya Allah kami mohon berlindung dari syaitan yg terkutuk.

 

DOA MASUK MASJIDIL HARAM

Allahumma antassalamu wa minkassalamu wa ilaika ya’udussalamu fahayyina rabbana bissalami wa adkhilnal jannata darassalami tabarakta rabbana wa ta’alaita ya zal jalali wal ikram. Allahummaftah li abwaba rahmatik. Bismillahi wal hamdu lillahi wassalatu wassalamu ‘ala rasulillah.

Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan dariMulah datangnya keselamatan dan kepadaMulah kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan, dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan. Maha banyak anugerahMu dan maha tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rakhmatMu. (Aku masuk masjid ini) dengan nama Allah disertai dengan segala puji bagi Allah serta salawat dan salam untuk Rasulullah.

 

DOA SETELAH SHALAT SUNAT SEBELUM BEPERGIAN:

Allahumma ilaika tawajjahtu wa bika’tasamtu. Allahummakfini ma hammani wa ma la ahtammu lahu. Allahumma zawwid niyattaqwa waghfir li zanbi.

Ya Allah kepadamu aku menghadap dan denganMu aku berpegang teguh. Ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak saya perlukan. Ya Allah bekalilah aku dengan taqwa dan ampunilah dosaku.

 

DOA KELUAR RUMAH SEBELUM BERANGKAT:

Alhamdu lillahil lazi hadani bil islami wa arsyadani ila ada’i manasiki hajjan bibai tihi wa mu’tamiran bimasya ‘irih. Allahumma salli ‘alan-nabiyyil-ummiyyi wa’ala alihi wa ashabihi ajma’in. Bismillahi amantu billah. Bismillahi tawajjahtu lillah. Bismillahi tasamtu billah. Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi la haula wala quwwata illa billahil-‘aliyyil-‘azim.

Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumahNya, dan mengerjakan umrah ditempat lambing-lambang keagunganNya. (Masya’ir). Ya Allah berilah salawat atas nabi yang tidak bias baca tulis (ummi) dan atas keluarga dan para sahabat sekalian. Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah. Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang maha luhur maha agung.

ATAU:

Bismillahi amantu billah, tawakkaltu ‘alallah, la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azim.

Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah, aku berserah diri kepada Allah tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan atas pertolonagn Allah yang maha tinggi lagi maha agung.

 

DOA SETELAH DUDUK DIDALAM KENDARAAN:

Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafururrahim. Wama qadarullaha haqqa qadrihi wal ardu jami’an qabdatuhu yaumalqiyamati wassamawatu matwiyyatum biyaminihi subhanahu wa ta’ala amma yusyikun.

Dengan nama Allah diwaktu berangkat dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar maha pengampun lagi maha penyayang. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggamannya pada hari kiamat, dan langit digulung dengan kekuasaannya. Maha suci Allah dan maha tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan.

 

DOA WAKTU KENDARAAN MULAI BERGERAK:

Bismillahirrahmannirrahim. Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanal-lazi sakhkharalana haza wa ma kunna lahu muqrinin. Wainna ila rabbina lamunqalibin. Allahumma inna nas’aluka fi safarina hazal-birra wat-taqwa wa minal-‘amali ma tarda. Allahumma hawwin ‘alaina safarana haza wa atwi ‘anna bu’dah. Allahumma antas-sahibu fis-safari wal-khalifatu fil-ahli. Allahumma inni a’uzu bika min wa’sa’is-safari wa ka’abatil-manzari wa su’il-munqalabi fil-mali wal-ahli wal-walad.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, Allah maha besar 3x, maha suci Allah tang telah menggerakkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tiada kusa menggerakkannya. Dan sesungguhnya kami pasti kepada Tuhan, kami pasti akan kembali. Ya Allah kami memohon kepadamua dalam perjalanan kami ini kebaikkan dan taqwa serta amal perbuatan yang Kau ridhai

 

DOA KETIKA TIBA DITEMPAT TUJUAN:

Allahumma ini as’aluka khairaha wa khaira ahliha wa khaira ma fiha, wa a’uzu bika min syarriha wa syarri ahliha wa syarri ma fiha.

Ya Allah saya mohon padaMu kebaikkan negeri ini dan kebaikkan penduduknya serta kebaikkan yang ada didalamnya. Dan saya berlindung padaMu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya. Serta kejahatan yang ada didalamnya.

 

DOA TIBA DIRUMAH/KAMPUNG HALAMAN:

Alhamdulillahillazi nasaranibiqada’I nusuki,Wa hafazani min wa’sa’issafari hatta a’uda ila ahli. Allahuma barik fi hayati ba’dalhajji waj’alni minassalihin.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dengan melaksanakan ibadah haji dan telah menjaga diriku dari kesulitan bepergian sehingga aku dapat kembali lagi kepada keluargaku.

 

DOA KETIKA BERKUMPUL BERSAMA SANAK SAUDARA:

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahilazi la yamutu wa la yafutu abada. Nahmadukallahhumma bimanasikina ada’a, wa bisunnati nabiyyika ittiba’a, tauban, tauban, tauban lirrabina auban, la yuga diru hauba. Allahummaghfirlana wa liman istagfarnahu min ahli baitina wa ikhwanina wa jami’il muslimina wal muslimat, ya azizu ya gaffaru birahmatika ya arhamarrahimin.

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji hanya tertuju kepada Allah yang tidak akan pernah mati dan sirna selamanya. (Sesungguhnaya) kami bertahmid kepadamu ya Allah dengan ibadah manasik (haji) kami yang telah kami selesaikan dan dengan sunnah NabiMu yang telah kami jalani. Kami bertaubat 3x kepada Allah, kami mengharap taubat yang diterima, kami tidak akan mengulangi dosa-dosa lagi. Ya Allah ampunilah kami dan orang-orang yang kami mintakan ampunan kepadaMu dari ahli bait kami, saudara-saudara kami, dan segenap kaum muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang maha gagah dan maha pengampun dengan memohon rahmatMu wahai zat yang maha pengasih.

 

DOA MENGHILANGKAN RASA SAKIT:

Bismillah 3x.

A’uzu bi’izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhazir 7x.

Dengan nama Allah 3x

Aku berlindung kepda kemuliaan Allah dan kekuasaannya dari kejahatan apa yang aku derita dan aku khawatirkan 7x.

 

DZIKIR YANG PALING UTAMA:

Laa ilaaha illallahu wahdah, laa syariikalahu, lahul mulku, a lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir.

 

UCAPAN YANG PALING DICINTAI ALLAH:

Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallahu dan Allahu akbar.

 

DUA KALIMAT RINGAN DILISAN NAMUN BERAT DITIMBANGAN:

Subhanallah wabi hamdihi dan subhanallahil ‘azhiim.

DOA THAWAF SECARA UMUM:

Tasbih.

 

Rabbi adkhilni mudkala sidqin Wa akhrijni mukhraja sidqin. Waj ‘allii min ladunka sultaanan nassiiraa. Aqul jaa alhaqqu wazahaqal baatilu Innal baatila kaana zahuuqaa.

Labbaik, Allaahumma labbaik, labaikka la syarika laka labbaik. Innal-hamda wan-ni’mata laka wal mulk laasyarika lak.

Aku datang memenuhi panggilanMu. Ya Allah aku memenuhi panggilanmu. Tidak ada sekutu bagimu bagimu, ya Allah aku penuhi segala puji dan kebesaran adalah untukMu semata. Segenap kerajaanpun untukMu. Tidak ada sekutu bagimu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 23, 2011 in Sucikan Hati

 

Kecantikan Lelaki dan Kegagahan Wanita

Kecantikan Lelaki

Kecantikan seorang lelaki bukan kepada rupa fisik tetapi pada murni rohani. Lelaki yang cantik, adalah:

1) Lelaki yang mampu mengalirkan airmata untuk ingatan

2) Lelaki yang sedia menerima segala teguran

3) Lelaki yang memberi madu, setelah menerima racun

4) Lelaki yang tenang dan lapang dada

5) Lelaki yang baik sangka

6) Lelaki yang tak pernah putus asa

Kecantikan lelaki berdiri di atas kemuliaan hati. Seluruh kecantikan yang ada pada Nabi Muhammad adalah kecantikan yang sempurna seorang lelaki.

 

Kegagahan Wanita

Kegagahan seorang wanita bukan fisik juga, tetapi pada kekuatan perasaan. Perempuan yang gagah, adalah:

1) Perempuan yang tahan menerima sebuah kehilangan

2) Perempuan yang tidak takut pada kemiskinan

3) Perempuan yang tabah menanggung kerinduan setelah ditinggalkan

4) Perempuan yang tidak meminta-minta agar di penuhi segala keinginan.

Kegagahan perempuan berdiri di atas teguh iman. Seluruh kegagahan yang ada pada Khadijah adalah kegagahan sempurna bagi seorang perempuan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 23, 2011 in Sucikan Hati

 

9 jenis anak syaitan

Umar al-Khattab r. a berkata, terdapat 9 jenis anak syaitan:

1. Zalituun

Duduk di pasar/kedai/mall supaya manusia hilang sifat hemat dan cermat. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.

 

2. Wathiin

Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah.

 

3. A’awan

Menghasut sultan/raja/pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Bersenang senang dengan kedudukan/kekayaan hingga mengabaikan kepentingan dna keperluan rakyat dan tidak mau mendengar nasihat para ulama.

 

4. Haffaf

Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (seperti diskotik, kafe, dan tempat tempat yang ada minuman keras).

 

5. Murrah

Merusakkan dan melalaikan orang – orang yg suka dengan musik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam kesenangan dan kemewahan serta hura hura.

 

6. Masuud

Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan penyakit apa saja yg berawal dari kata kata yang diucapkan dari mulutnya.

 

7. Daasim (BERILAH SALAM SEBELUM MASUK KE RUMAH…)

Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak segera sehingga sampai terjadi keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak teraniaya dan pelbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lagi).

 

8. Walahaan

Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwuduk dan solat dan menjejaskan ibadat-ibadat kita yg lain. Maka kita harus yakin dan ikhlas dengan ibadah yang kita lakukan dan pasrah kepada Allah SWT.

 

9. Lakhuus

Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api / matahari

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 23, 2011 in Sucikan Hati

 

Renungan, Sedekah

Ini ada cerita ringan, dialog antara Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM Bensin. Didapat dari milis. Agak panjang, tapi percaya deh enak kok dibacanya

 

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”.

“Masih banyak, Pak Ustadz”.

Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.

Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. “PakUstadz!”. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.

Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.

“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.

“Saya ke toilet dulu ya”.

“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”

“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”

“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”.

Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.

Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, “Ok, ntar habis dari toilet ya”.

 

***

 

“Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”, tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.

“Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?”

“Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya”.

“Wah, ustadz langsung nembak aja nih”.

Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.

“Udah shalat ashar?”

“Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja”.

“Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?”

Sekuriti itu senyum aja.

Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah.

“Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”, saya mengejar.

“Ya, kurang lebih dah”.

Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang ‘alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.

“Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang”.

Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara?

Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.

Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata ******* untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.

Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, “Terus, mau berubah?”

“Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?”

“Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya”.

“Ngebut gimana?”

“Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah”.

Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.

“Yang kedua,” saya teruskan. “Yang kedua, keluarin sedekahnya”.

Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. “Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”.

“Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?”

“Satu koma tujuh, Pak ustadz”.

“Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede”.

“Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz”.

“Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?”

“Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz”.

“Koq bisa?”

“Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt”.

“Terus, kenapa masih kurang?”

“Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak”.

“Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?”

“Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”.

“Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot”.

Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.

“Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?”

“Mau Ustadz. Saya benahin dah”.

“Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”.

“Siap ustadz”.

“Tapi sedekahnya tetap kudu loh”.

“Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada”.

“Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq”.

“Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya”.

Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.

Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, “Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?”. Si sekuriti mengangguk. “Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?”. Sekuriti ini ngangguk lagi. “Selama saya bisa, saya akan jalanin,” katanya, manteb.

“Gajian bulan depan masih ada ga?”

“Masih. Kan belum bisa diambil?”

“Bisa. Dicoba dulu”.

“Entar bulan depan saya hidup pegimana?”

“Yakin ga sama Allah?”

“Yakin”.

“Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau”.

Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum’at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!

Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.

Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.

 

***

 

Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.

“Mana bisa?” kata komandannya.

“Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani”.

Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.

Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, “Buat sedekah katanya Pak”, begitu kata komandannya.

Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya.

“Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”, begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.

Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Malah tambah cerah muka nya.

Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.

Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.

Suatu hari bos nya pernah berkata, “Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma”.

Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.

Berhasil kah?

Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.

Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.

“Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”.

Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.

Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan.

Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.

Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.

Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.

Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?

Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 23, 2011 in Sucikan Hati