RSS

BERSYUKUR KARENA NIKMAT DAN KARUNIA ALLAH

03 Jun

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

KAN SEKARANGPUN SUDAH BISA

 

Di sebuah kampung nelayan, pada suatu pagi, seorang profesor bisnis yang

sedang berlibur bertemu dengan seorang nelayan yang tengah membereskan

hasil tangkapannya. Sang profesor tidak tahan untuk tidak menyapanya,

“Hai, kenapa kamu selesai bekerja sepagi ini?” “Saya sudah menangkap

cukup banyak ikan Pak,” jawab nelayan itu, “cukup untuk dimakan

sekeluarga dan masih ada sisa untuk dijual.”

 

“Lalu, setelah ini kamu mau apa?” tanya profesor itu lagi. Jawab sang

nelayan, “Habis ini saya mau makan siang dengan istri dan anak-anak

saya, setelah itu tidur siang sebentar, lalu saya akan bermain dengan

anak-anak. Setelah makan malam, saya akan ke warung, bersenda gurau

sambil bermain gitar bersama teman-teman.”

 

“Dengarkan kawan,” ujar sang profesor, “jika kamu tetap melaut sampai

sore, kamu bisa mendapat dua kali lipat hasil tangkapan. Kamu bisa

menjual ikan lebih banyak, menyimpan uangnya, dan setelah sembilan bulan

kamu akan mampu membeli perahu baru yang lebih besar. Lalu, kamu akan

bisa menangkap ikan empat kali lebih banyak. Coba pikir, berapa banyak

uang yang bakal kamu dapat!”

 

Lanjut profesor, “Dalam satu dua tahun kamu akan bisa membeli satu kapal

lagi, dan kamu bisa menggaji banyak orang. Jika kamu mengikuti konsep

bisnis ini, dalam lima tahun kamu akan menjadi juragan armada nelayan

yang besar. Coba bayangkan!”

 

“Kalau sudah sebesar itu, sebaiknya kamu memindah kantormu ke ibu kota.

Beberapa tahun kemudian perusahaanmu bisa ‘go public’, kamu bisa jadi

investor mayoritas. Dijamin, kamu akan jadi jutawan besar! Percayalah!

Aku ini guru besar di sekolah bisnis terkenal, aku ini ahlinya hal-hal

beginian!”

 

Dengan takjub, nelayan itu mendengarkan penuturan profesor yang penuh

semangat itu. Ketika profesor selesai menjelaskan, sang nelayan

bertanya, “Tapi Pak Profesor, apa yang bisa saya perbuat dengan uang

sebanyak itu?”

 

Ups! Anehnya sang profesor belum memikirkan konsep bisnisnya sejauh itu.

Cepat-cepat dia mereka-reka apa yang seseorang bisa lakukan dengan uang

sebanyak itu.

 

“Kawan! Kalau kamu jadi jutawan, kamu bisa pensiun. Ya! Pensiun dini

seumur hidup! Kamu bisa membeli villa mungil di desa pantai yang indah

seperti ini, dan membeli sebuah perahu untuk berwisata laut pada pagi

hari. Kamu bisa makan bersama keluargamu setiap hari, bersantai-santai

tanpa khawatir apa pun. Kamu punya banyak waktu bersama anak-anakmu, dan

setelah makan malam kamu bisa main gitar dengan teman-temanmu di warung.

Yeaaa, dengan uang sebanyak itu, kamu bisa pensiun dan hidupmu jadi

mudah!

 

“Tapi, Pak Profesor, kan sekarangpun ini saya sudah bisa begitu…,” lirih

sang nelayan dengan lugunya.

 

Pesan Moral :

Kenapa kita percaya bahwa kita harus bekerja begitu keras dan menjadi

kaya raya terlebih dahulu, baru kita bisa merasa berkecukupan? Apakah

ada “tujuan yang lebih mulia” dari apa yang Anda lakoni saat ini?

Apakah itu benar tujuan mulia atau sekadar dalih rasa takut untuk

menjadi apa adanya? Untuk merasa berkecukupan, apa sekarang ini tidak

bisa?

 

 

“NIKMATILAH HIDUP INI APAPUN ADANYA, kita wajib selalu BERSYUKUR

KARENA NIKMAT DAN KARUNIA ALLAH”..

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2011 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s