RSS

Yang membatalkan wudhu

21 Jul

Ada pertanyaan dari seorang ikhwan : Kalau seseorang setelah berwudhu kemudian ia makan dan minum apakah wudhunya batal?

Diuraikan sedikit sebagai berikut :

Makan dan minum setelah berwudhu tidak membatalkan wudhu kecuali jika seseorang setelah wudhu makan daging onta, baik yang dipanggang maupun dimasak dengan cara lainnya, maka menurut sebagian ulama hal ini membatalkan wudhunya. (lihat Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal Sayyid Salim 1/138). Pendapat ini dikuatkan pula oleh Imam Nawawi sebagaimana disebutkan dalam Syarah Shahih Muslim (1/328). Dan merupakan pendapat Imam Ahmad, Imam Ibnu Hazm dan juga Imam Ibnu Taimiyah.

Adapun dalil yang dipakai oleh para ulama yang mengkatagorikan batal wudhu seseorang yang makan daging onta adalah:

“Dari Jabir bin Samurah bahwasanya ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam: “Apakah aku mesti berwudhu karena makan daging kambing? Beliau menjawab: “Jika engkau mau maka wudhulah, namun jika tidak maka tidak mengapa.” Ia bertanya (lagi); “Apakah aku mesti berwudhu jika makan daging onta?” Beliau menjawab: “Ya, berwudhulah jika engkau makan daging onta.” (HR. Muslim No 828)

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Dari Abdullah bin Umar ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “Berwudhulah kalian lantaran kalian makan daging onta dan kalian tidak perlu berwudhu lantaran kalian makan daging kambing. Berwudhulah kalian lantaran kalian minum susu onta dan kalian tidak perlu berwudhu lantaran kalian minum susu kambing.” (HR. Ibnu Majah No : 536)

Namun menurut jumhur ulama, Abu Hanifah, Malik, Asy Syafii dan Ats Tsauri memakan daging onta itu tidak membatalkan wudhu. Mereka berdalil dengan hadits berikut:

“Dari Muhammad bin Munkadir ia berkata: “Aku mendengar Jabir bin Abdillah berkata: “Perkara yang terakhir dari (ketetapan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah meninggalkan wudhu dari makanan yang disentuh api.” (HR. Nasai No 185 dan dishahihkan oleh Syeikh Albani)

Wallahu a’lam bish showab.itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Pembatal wudhu adalah hal-hal yang membatalkan wudhu sehingga tidak diperbolehkan sholat kecuali dengan berwudhu. dan berikut adalah pembatal-pembatal wudhu :

– Apa-apa yang keluar dari dua jalan.

Seperti buang air kecil, buang air besar, buang angin, mani, madzi atau wadzi. ada hal-hal tersebut yang keluar walau tidak dari kedua jalan. seperti melalui selang pada orang sakit.

– Melahirkan walau tidak keluar darah.

Jika perempuan melahirkan dan tidak keluar banyak darah, maka hanya diwajibkan wudhu ketika hendak sholat. akan tetapi jika keluar darah maka dia disebut nifas dan diwajibkan mandi ketika hendak sholat setelah darah berhenti.

– Yang keluar dari selain dua jalan, seperti darah dan muntahan.

Keluar darah dapat membatalkan wudhu jika dalam jumlah banyak atau mengalir dan keluar dari tempatnya. contohnya ketika mimisan dan darah keluar dari hidung. dan muntah dalam jumlah banyak yang memenuhi mulut. maka itu membatalkan wudhu.

– Hilangnya akal.

Seperti gila dan tidur. akan tetapi tidur yang sedikit tidak membatalkan wudhu. maksud tidur sedikit adalah masih terdengarnya suara orang lain. akan tetapi tidur yang nyenyak membatalkan wudhu.

– Menyentuh wanita.

Menyentuh wanita dapat membatalkan wudhu ketika disertai dengan syahwat. jika hanya tersentuh maka tidak membatalkan wudhu menurut pendapat yang paling kuat.

– Memegang kemaluan baik depan atau belakang.

Memegang kemaluan membatalkan wudhu ketika memegangnya dengan tangan bagian dalam atau bagian luar. akan tetapi jika tersentuh dengan ujung-ujung jari maka itu tidak membatalkan wudhu. begitu juga memegang dubur.

– Memakan daging unta.

Memakan daging unta membatalkan wudhu walau sekedar memakannya. akan tetapi daging selain unta tidak membatalkan wudhu seperti daging kambing.

– Ragu-ragu dalam wudhu.

Ketika seseorang ragu apakah dia telah batal wudhunya atau belum. jika dia lebih yakin bahwa wudhunya telah batal, maka wajib baginya untuk wudhu ketika hendak sholat. akan tetapi jika dia lebih yakin bahwa wudhunya belum batal maka tidak wajib baginya wudhu.

wallahu a’lam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 21, 2011 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s