RSS

Di balik pesona Jilbab Gaul

27 Sep

Kini, jilbab tak lagi menjadi pakaian khas para ustadzah atau aktivis dakwah. Jilbab menjadi pakaian yang umum dikenakan wanita muslimah. Pesona jilbab pun telah menyihir kaum lelaki. Banyak lelaki muslim masa kini yang mensyaratkan jilbab sebagai bagian dari kriteria wanita idamannya.

Fenomena Jilbab Gaul

Seiring dengan semakin maraknya penggunaan jilbab di kalangan wanita muslimah, mulai terjadi pergeseran makna jilbab itu sendiri. Para muslimah yang latah berjilbab tanpa mengetahui hukum jilbab dan aturan-aturan syariahnya, menjadi trendsetter penggunaan jilbab yang lebih mengarah pada tujuan mode. Inilah yang kita kenal dengan fenomena jilbab gaul.

Jilbab gaul dicirikan dengan pakaian ketat, transparan, dan membentuk lekuk tubuh. Kerudung yang digunakan tidak menutupi dada dan ujungnya diikat ke belakang. Pengguna jilbab gaul biasanya juga melengkapi penampilannya dengan dandanan menor, wewangian, serta aksesoris yang mencolok.

Hukum Jilbab Gaul

Di balik pesona jilbab gaul yang menjadi tren di mana-mana, sesungguhnya gaya berpakaian seperti ini sangat tidak memenuhi ketentuan jilbab seperti yang tercantum dalam Al Quran Surat An-Nur: 31.

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan wanita menutupkan kain kudung ke dada. Artinya, di samping kepala dan rambut, dada juga termasuk aurat yang harus ditutupi. Tidaklah disebut jilbab jika kerudung ditutupkan pada kepala saja dan ujungnya disampirkan ke belakang. Ujung kerudung harus dibiarkan jatuh menutupi dada.

Wanita berjilbab gaul dengan pakaian tipis, transparan, dan memperlihatkan lekuk tubuh juga sangat pas dengan perumpamaan Rasulullah dalam sebuah hadis shahih. Mereka adalah wanita yang berpakaian namun telanjang dan gemar berlenggak-lenggok. Wanita semacam ini menurut Rasulullah tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak.

Di samping itu, dalam Al Quran Surat Al Ahzab: 33, Allah melarang wanita untuk bertabaruj. Tabaruj adalah menggunakan aksesoris, dandanan, serta wewangian secara berlebihan sehingga mengundang syahwat lelaki. Perilaku tabaruj ini biasanya tak dapat dilepaskan dari pengguna jilbab gaul.

Citra jilbab gaul menjadi bertambah buruk jika akhlak penggunanya masih jauh dari nilai-nilai Islami. Misalnya, masih suka berduaan dengan lawan jenis non-mahram serta menerapkan gaya pergaulan yang menyimpang dari syariat Islam.

Reformasi Jilbab Gaul

Walaupun banyak yang memandang negatif fenomena jilbab gaul, tidak ada salahnya kita tetap berprasangka baik pada wanita yang masih mengenakan jilbab gaul.

Muslimah pengguna jilbab gaul setidaknya telah memiliki kesadaran ke arah kehidupan yang lebih Islami. Bagaimanapun juga, tidak mudah meninggalkan kehidupan jahiliyah secara total.

Berhijrah adalah sebuah proses. Berniat pun sebuah proses pula. Dari yang niatnya sekadar latah berjilbab untuk mengikuti mode, lambat-laun, jika Allah berkehendak memberi hidayah, niat dapat direformasi menjadi lebih sempurna sehingga dalam berpakaian akan semakin mendekati kriteria jilbab yang sempurna.

Maka, bagi yang telah berjilbab secara total, tidak ada salahnya memberikan kesempatan dan dukungan kepada saudarinya untuk terus berproses menuju jilbab syariah.

Jilbab yang sesuai syariah menutupi tubuh seorang wanita muslimah secara sempurna. Kemuliaannya terpancar dari cara berpakaian yang tidak ketat, tidak transparan, tidak menyerupai pakaian laki-laki, dan minus segala jenis aksesoris serta wewangian pengundang syahwat lelaki.

Penggunanya jilbab syariah pun mematuhi adab-adab pergaulan dalam Islam. Menghindari kontak berlebihan dengan lawan jenis, menundukkan pandangan, serta menjauhi lenggak-lenggok yang bertujuan mencari perhatian.

Mari kita nantikan para “reformis” jilbab gaul yang terus berproses menyempurnakan cara berpakaiannya menuju jilbab syariah. Insya Allah.

 

dari berbagai sumber
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2011 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s