RSS

Anugerah Terindah Bernama Hidayah

21 Nov

Pernahkan kita merasakan saat-saat ketika segala amalan harian yang kita lakukan atapun ibadah yang lainnya terasa begitu nikmat kita rasakan meski itu “hanya” sekedar sholat sunat di pagi hari? Ataupun ada saat ketika kita begitu mengebu-gebu mencari ilmu Allah dimanapun itu. Setiap ada pengajian kita ikuti sejauh apapun itu, semangat kita menyala dan entah apa yang menyulut itu semua. Disadari atau tidak pernahkah terpikir oleh kita bahwa Allah sedang membuka pintu hidayahNya kepada kita untuk menikmati segala macam jamuannya?

Atau ketika saya mendengar celetukan seorang kawan ketika ditanya, kapankah dirinya akan menutup hijab? Jawaban yang sering diberikan tak lain dan tak bukan pada umumnya adalah “Belum dapet hidayah!” Atau ketika perkataan seorang kawan lain, ketika ditanya tentang kapankah kebiasaan buruknya akan berhenti?  Jawaban yang didapat adalah “Tunggu kalau gue udah pengen… lagian hidayahnya belum datang tunggu dia nongol aja deh….” Dua latar belakang berbeda dengan satu kata kunci yang sama yaitu Hidayah. Sebuah kata yang sudah banyak orang dengar, tapi apakah kita benar-benar memahami apa itu hidayah sebenarnya?

Hidayah itu adalah sebuah petunjuk yang Allah berikan kepada manusia.  sebuah petunjuk yang Allah sebar dimana-mana. Kadang kita seringnya tidak disadari bahwa kalau kita berusaha hidayah akan merangkul kita, jika kita berusaha menjemputnya untuk mewarnai kehidupan kita. Ataupun kadang kita tidak sadar bahwa Allah sedang memberikan sebuah anugerah kepada kita bernama hidayah dan kita seringnya mengabaikan itu semua.

Apakah setiap orang akan mendapatkan hidayah? Hanya Allah lah yang tahu jawabannya. Ingatkah kita dengan kisah paman Rasulullah bernama Abdul Thalib? Ketika Rasul memohon-mohon kepada Allah untuk membukakan pintu hati pamannya untuk segera memeluk Islam. Apalagi ketika paman Rasul sedang sekarat, Rasul meminta pamannya untuk mengucap kalimat syahadat sekedar mengakui bahwasanya Allah adalah Tuhan sejati kita. Abdul Thalib masih berkeras dengan keyakinannya yang lama, dia berdiri disamping Muhamad dan membelanya hanya karena ia begitu menyayangi keponakannya itu. Sampai ajal menjemput, Abdul Thalib masih dalam keadaan kafir. Allah tidak memberikan HidayahNya kepada Abdul Thalib. Sehingga Allah memberitahukan Muhamad untuk menghibur hatinya yang sedih bahwa Abdul Thalib akan mendapatkan siksaan yang paling ringan di neraka. Meski ada beberapa pendapat juga yang mengatakan bahwasanya Abdul Thalib masuk ke barisan mukmin karena kegigihannya membela dan mencintai Rasul, tetapi semua itu hanya Allah yang tahu. Jadi boleh kita menyimpulkan bahwa Hidayah merupakan hak preogratif Allah.

Tapi apakah dengan begitu kita bisa mengatakan sekeras apapun usaha kita jika Allah belum berkehendak Allah belum tentu membukakan pintu hidayahNya kepada kita? Ingatlah dengan Hadits Nabi “Allah Berfirman: “Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Dan Aku akan bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku kan mengingatnya di dalam diri-Ku. Jika ia menyebut-Ku di tengah-tengah orang banyak, maka aku akan menyebutnya di tengah-tengah orang-orang yang lebih baik dari itu. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku kan datang kepadnya dengan berlari.” (HR. Muslim).

Kita harus yakin bahwa Allah akan memberikan hidayahNya jika kita berusaha.

” ….Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….” (QS. Ar-Ra’d ayat 11)

Berusaha untuk berubah dan senantiasa berpikiran positif kepadaNya berdasarkan Hadits dan ayat Allah tersebut.

Dan seperti apakah ciri-ciri orang yang mendapatkan hidayah itu? Aam Amirudin dalam ceramah mingguannya menjelaskan dengan gamblang.

1.Ketika kita merasakan begitu ringan dan mudahnya dalam melaksanakan amal ibadah

Seseorang akan begitu menikmati setiap amal ibadah yang dilakukannya, dan begitu takut ketika dia melewati atau melupakan amal ibadahnya, apalagi melakukan sebuah dosa. Berbeda dengan mereka yang bisa dengan santainya menyadari diri berbuat dosa atau melupakan amal ibadah yang biasa dilakukannya dan perasaan malas selalu menyelimuti dirinya. Sebuah ayat dalam Al-Quran telah membahasnya yaitu surah Al-An’am ayat 125 yang isinya mengatakan “Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

Allah menjelaskan dalam Quran bahwa sesiapa yang mendapatkan hidayahNya akan Allah lapangkan dadanya atau hatinya dan merasa mudah dan ringan dalam melakukan ibadah, berbeda dengan mereka yang tidak mendapatkannya, Allah menjadikan hati mereka sempit mengerjakan sholat lima waktu pun terasa bagaikan mendaki langit.

2.Ketika kita selalu merasakan adanya kerinduan dalam diri akan tuhan kita yaitu Allah SWT.

Dimana hati selalu dipenuhi akan kerinduan kepadaNya dan namaNya selalu hadir didalam diri kita. Bahkan hati akan bergetar ketika disebut nama Allah, ia akan selalu mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam amal ibadahnya demi yang dirindukannya itu semua adalah wujud dari rasa syukur dan nikmat yang telah didapatnya.

Dalam Quran surah Al-Anfal ayat 2-4 dikatakan “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. Orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.”

Semoga ketika kita menyadari ketika rasa rindu itu hadir dalam diri, kita menyadarinya bersukur dan menikmatinya bahwasanya Allah masih memberikan hidayahnya bagi kita untuk selalu merasakan kerinduan itu yang tidak setiap muslim mendapatkannya.

3.Istiqomah

ketika seseorang mendapatkan hidayah ia akan senantiasa setia dengan apa yang dikerjakannya itu. Selalu mencoba untuk konsisten. Sebuah usaha yang tidak mudah sebenarnya, tapi akan menjadi ringan ketika Allah telah membagikan hidayahnya kepada mereka untuk selalu tetap setia dijalanNya, melakukan segala amal perbuatan yang dicintaiNya.

“ … Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Q.S. Ali Imran 3: 101).

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (la Ilaha Illallah) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Q.S. Ibrahim 14: 24-25)

Sebuah penggambaran yang sangat indah dalam Al-Quran tentang kekuatan istiqomah, dimana ia begitu kuat menancap kedalam tanah  layaknya sebuah pohon dan cabangnya menjulang ke langit. Sebuah pembayangan yang luar biasa cantik akan sebuah kekonsistenan, kesetiaan diri kita dalam beramal soleh kepadaNya.

4.Bersemangat dalam mempelajari ajaran Allah

Mereka yang Allah anugerahkan hidayah adalah mereka yang selalu mencari ilmu-ilmu Allah dimana pun berada. Islam adalah agama yang harus dipahami bukan sekedar diyakini. Seperti ayat pertama yang Allah turunkan kepada Rasulullah SAW surah Al-Alaq ayat 1 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”.  Ayat yang menegaskan kepada seorang Rasul yang Umi (tidak bisa membaca) dan kita ummatnya untuk selalu membaca dimana pun  kita berada. Selalu menelaah setiap ilmu Allah yang disebar disegala penjuru bumi . Membaca dan terus membaca kalam Allah dan selalu semangat untuk mencari dan mendapatkannya. Itulah mereka orang-orang yang mendapatkan hidayahNya.

5.Sabar dalam menghadapi ujianNya

Allah memberikan sebuah kehidupan kepada manusia adalah sebagai ujian. Allah menjadikan dunia ladang amal bagi mereka yang sabar dalam menghadapi ujianNya baik itu berupa kesedihan ataupun kesenangan.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al Mulk 67 : 2)

Mereka yang mendapatkan hidayah akan sabar dan tahan dalam menjalani berbagai kerikil kehidupan. Dalam ayat berikut Allah telah menjelaskan

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al Baqarah 2: 155-157)

Pada bagian akhir ayat tertulis mereka yang tahan dalam menghadapi ujiannya adalah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. Ini merupakan pengunci ayat yang menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk atau hidayah-Nya.

Jadi hidayah adalah sesuatu yang harus kita cari demi sebuah kenikmatan luar biasa dalam beribadah, dimana kita terasa mudah dan ringan dalam melaksanakannya. Dan harus diingat bahwa tidak setiap orang bisa mendapatkannya.  Jadi bersukurlah ketika kita merasakan semua ciri-ciri orang yang mendapatkan hidayah atau kita pernah merasakannya. Berusahalah kita untuk selalu menjaga hidayah itu, untuk selalu tetap berada di dalam diri kita jangan sampai Allah mencabut kembali nikmat hidayah itu, kemudian enggan untuk memberikannya kembali kepada kita.

Semoga kita termasuk didalam barisan orang-orang yang selalu berusaha dalam mendapatkan hidayah Allah SWT, Allohumma amin…

sumber: http://dikikzr.abatasa.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 21, 2011 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s