RSS

Seri Sholat Berjamaah : Ancaman Meninggalkan Sholat Berjamaah

11 Jan

di dalam Hadist dikatakan :

Dari Ibnu Abbas r.huma, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mendengar adzan dan tidak memenuhinya tanpa ada udzur yang menghalanginya, maka shalat yang dikerjakannya tidak akan diterima.” Para Sahabat bertanya, Apakah udzur udzurnya? “Beliau menjawab, “Takut atau sakit’ [Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah – At-Targhib).

Maksud tidak akan diterima shalatnya ialah, ia tidak mendapat pahala dari shalatnya, meskipun kewajibannya telah tertunaikan.`lnilah makna hadits-hadits yang menyatakan bahwa shalatnya tidak sah, sebab sifat shalat yang mestinya ada dan sébagai penyebab kehormatan tidak terdapat dalam shalatnya. Inilah pendapat imam kita. Sedangkan para sahabat dan sebagian tabi’in berpendapat bahwa meninggalkan shalat berjamaah tanpa udzur adalah haram. Oleh sebab itu, shalat berjamaah itu fardhu sehingga banyak ulama yang berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat barjamaah tidak Sah shalatnya. Sedangkan madzhab Hanafi berpendapat sah shalatnya, tetapi ia berdosa karena meninggalkan jamaah. Ibnu Abbas r.huma meriwayatkan sebuah hadits bahwa ia berdosa karena mengingkari Allah dan Rasul-Nya. la berkata, “Barangsiapa mendengar adzan, lalu ia tidak shalat berjamaah, berarti ia tidak menghéndaki kebaikan dan tidak dikehendaki mendapatkan kebaikan.” Abu Hurairah r.a. berkata, “Barangsiapa mendengar adzan lalu tidak shalat  berjamaah, maka lebih baik dituangkan timah mendidih ke lubang telinganya;” ·

 

Hadist lain mengatakan :

Dari Mu’adz bin Anas r.a.; bahwa Rasulullah saw. bérsabda, “Kebatilan (yaitu kekufuran dan kemunafikan) terbesar adalah orang yang mendengar seruan muadzin unmk shalat, tetapi ia tidak memenuhinya”  (Ahmad, Thabrani — At-Targhib).

Sungguh keras ancaman dan celaan dalam hadits ini, sehingga perbuatan seperti itu digolongkan sebagai kufur dan munafik. Seolah-olah, hal itu tidak mungkin terjadi pada diri seorang muslim. Dinyatakan dalam

hadits yang lain, “Cukuplah seseorang itu ditimpa keburukan dan kerugian jika ia mendengar adzan tetapi tidak memenuhinya.”  Sulaiman bin Abi Hatsmah r.a., seorang sahabat yang disegani, lahir pada zaman Rasulullah saw., Ketika itu ia masih terlalu muda untuk meriwayatkan hadits—hadits yang didengarnya. Pada zaman Khalifah Umar r.a., ia ditugaskan untuk mengawasi pasar. Pada suatu hari, Umar r.a. tidak  menemuinya dalam shalat jamaah Shubuh, maka Umar r.a. menemui ibunya dan bertanya, “Mengapa Sulaiman tidak datang shalat Shubuh?” Jawab ibunya, “Tadi malam ia shalat sunnat semalam suntuk sehingga

tertidur.” Umar r.a. berkata, ‘Aku lebih menyukai shalat Shubuh dengan berjamaah daripada shalat sunnat semalam suntuk.

So,.. mumpung kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya dan diberi kemudahan karena masjid di Indonesia sangat banyak, marilah kita berlomba lomba untuk memakmurkan masjid masjid di tempat terdekat kita.

Mudah-mudahan kita diberi kemudahan dan kepahaman untuk niat Amal dan Sampaikan. Insya Allah.


 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 11, 2012 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s