RSS

Shalatlah Seolah-olah Hari Ini Adalah Hari Terakhirmu. Mungkin Saja

26 Jan

SHALATLAH seolah-olah hari ini adalah hari terakhirmu di dunia, besok engkau akan kembali kepada Rabbmu. Boleh jadi,karena Anda tidak pernah tahu.

Richard Carlson, Ph.Dl menulis dalam bukunya Don’t Sweat The Small Stuff, (Jangan Membuat Masalah Kecil Menjadi Masalah Besar), “Kapan Anda akan mati? Dalam lima puluh tahun, dua puluh, sepuluh, lima, hari ini? Sampai detik ini tak seorang pun yang tahu. Saya sering bertanya-tanya bila sedang mendengarkan berita, apakah orang yang tewas dalam mobil dalam perjalanannya pulang ke rumah; ingat untuk mengatakan kepada keluarganya “Betapa aku mencintai kalian?” Tapi, satu hal yang pasti, ia masih memiliki setumpuk tugas yang belurn diselesaikannya?

la juga menulis, “Kenyataannya adalah, tidak seorangpun dari kita yang memiliki gagasan berapa lama lagi kira akan hidup. Namun, yang menyedihkan, kita bersikap seolah·olah kita akan hidup selamanya.”

lbnu Umar menasehati, “Bekerjalah untuk duniamu seperti engkau hidup selamanya, dan beramal dan beribadahlah seperti engkau akan mati esok pagi.”

Rasulullah mengingatkan suatu ketika, “Jika engkau shalat, maka shalatlah seperti ia shalat terakhirmu.” (Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir)

Adapun maknanya bukan menggiring opini manusia untuk fokus terhadap urusan dunia dan menyepelekan akhirat. Namun sebaliknya, maknanya adalah mengajak untuk menyegerakan amalan akhirat serta menunda pekerjaan dunia. Karena perkataan, “bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup selamanya” bermakna bahwa sesuatu (urusan dunia) yang tidak dapat dikerjakan hari ini dapat dikerjakan besok dan yang tidak bisa dikerjakan besok bisa dikerjakan lusa. Maka bekerjalah pelan-pelan dan jangan tergesa-gesa. Andaikan hari ini terlewat, maka masih ada hari esok yang datang.

Adapun tentang akhirat, “bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu akan mati besok”, maknanya adalah segeralah beramal, jangan sepelekan, seakan kamu akan mati besok. Bahkan ulama katakan, seakan kamu akan mati sebelum besok. Karena manusia tidak mengetahui kapan datangnya kematian. “jika pagi telah datang, maka janganlah menunggu sore. Jika sore telah datang, maka janganlah menunggu pagi. Pergunakan saat sehatmu sebelum kamu sakit, dan pergunakan masa hidupmu sebelum kamu mati”.

Insya Allah kita berniat amal dan sampaikan, karena walaupun ilmu sedikit tetapi kita amalkan, akan jauh bermanfaat daripada ilmu yang banyak tetapi tidak pernah kita amalkan.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 26, 2012 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s