RSS

Jangan Sadar Secara Terpaksa

31 Jan

 

Apakah kita akan beribadah kepada Allah jika kondisi sudah memaksa kita untuk itu. Sebenarnya Allah menciptakan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT

Yang artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (Q.S Adz-dzaariyaat : 56 )

Karena itu, sadarlah sedari awal bukan karena keterpaksaan. Mumpung Allah masih memberikan nikmat sehat dan umur kepada kita. Hidup kita jangan seperti raja yang tersebut dalam tamsil berikut ini,

Ada seorang raja yang mengalami kegemukan. Dan karena itu pula, ia sering sakit sakitan. Hampir semua dokter dan tabib telah didatangkan untuk mengobati penyakit sang raja. Tapi, penyakit itu tak kunjung sembuh juga. Tinggal satu orang tabib yan belum dipanggil. Itu pun karena ia dikenal berpikiran beda dan kadang dianggap tidak wajar. Tapi, karena tidak ada pilihan Iain Iagi, maka. dipanggillah tabib yang dianggap setengah gila ini.

Maka, datanglah tabib pada raja. Ketika sang tabib masuk kamar dan memeriksa, ia langsung berlari keluar kamar dengan wajah ketakutan. Maka ia dikejar oleh pengawal istana, dan ditanya tentang penyakit sang raja. Tapi, tabib setengah gila ini tak mau menjawabnya, meski telah dibujuk sedemikian rupa. Barulah setelah ia diancam akan mendapatkan hukuman, baru ia memberitahu, kalau umur raja tinggal 28 hari Iagi. Sang raja sedang menunggu ajalnya. Mendengar jawaban tabib, sang raja sangat kaget. Ia pun menangis tersedu.

Sejak saat itu, Raja yang gemuk itu tidak bisa makan enak dan tak Iagi tidur nyenyak. Sejak mendengar perkataan tabib, raja pun mulai melaksanakan ibadah. Namun sampai pada hari ke 28, sang raja belum mati, maka dipanggillah tabib tadi untuk menghadap.

Dengan enteng, tabib aneh itu hanya menjawab, “Si Raja memang tidak mati, tapi berat badan baginda turun drastis dari sebelumnya dan ia semakin rajin beribadah. Dan itu membuat baginda sehat melebihi sebeIumnya.”

Ini juga kisah tentang kesadaran;

Aidh AI-Qarni menyebutkan bahwa ada dua pengalaman yang paling berkesan yaitu apa yang pernah ditulis oleh Syaikh Ali Ath-Thanthawi dalam memoarnya.

Pertama, ketika menceritakan tentang dirinya yang hampir tenggelam di tepi pantai Beirut saat berenang, dan hampir tewas. Tubuhnya digotong orang-orang yang menolongnya ke tepi dalam keadaan tidak sadar. Pada saat itu, dia betul-betul berserah diri total kepada Sang Maha Pencipta. Dia bertekad bahwa seandainya dia dikembalikan ke dalam kehidupannya walau hanya sesaat, maka dia akan memperbaharui iman dan amal salehnya. Dan, alhasil, ia pun sampai pada puncak keimanan.

Kedua, ketika menceritakan bahwa ia pernah bersama-sama kafilah dari Suriah yang bermaksud beribadah ke Baitullah. Tapi, ketika sampai di gurun Tabuk, kafilah itu tersesat dan terkatung-katung selama tiga hari. Bekal makanan dan minuman pun sudah habis, hingga mereka hampir mati kelaparan dan kehausan. Kemudian, dia berdiri dan berkhutbah di tengah-tengah rombongan itu, menyampaikan pesan tauhid dengan cukup semangat dan mengena. Dia sendiri sampai menangis, juga yang lain. Saat itu, dia merasa bahwa imannya meningkat. Dia sudah pasrah bahwa yang bisa menolong dan menyelamatkan mereka hanyalah Allah. “Semua yang ada di Iangit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (Ar-Rahman: 29)

Kisah di atas bisa menjadi contoh sekaligus inspirasi, bahwa ada manusia yang hanya tunduk kepada Allah dengan cara terpaksa. Padahal, Allah hanya bermain-main saja dengan kita. Dan, sungguh yang memenangkan permainan itu semua hanya Allah. Jalur-jalur dimana kita diberi pilihan, sesungguhnya tidak banyak. Dan, juga tidak ada faedahnya bagi manusia menunda-nunda ketaatan kepada Allah. Karena pada akhirnya manusia akan kembali kepada-Nya dengan rela atau terpaksa.

Semoga kita diberi kemudahan dan kepahaman untuk niat amal dan sampaikan.

Insya Allah

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 31, 2012 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s