RSS

Jangan Salahkan Allah

22 Feb

Banyak orang beralasan bahwa dirinya belum shalat, atau shalatnya masih bolong-bolong karena belum mendapatkan hidayah. Atau, hatinya belum digerakkan oleh Allah SWT untuk mendapatkan untuk menjawab panggilan-panggilan shalat.

Ini sebuah fenomena bahwa banyak yang senang menyembunyikan “sisi-sisi liar” dirinya di balik takdir buruk. Padahal, belum terlihat usaha serius dan maksimal dirinya mendekat kepada hidayah Allah SWT. Bukankah Allah SWT telah memberikan fasilitas berupa panca indera agar ia mudah menangkap sinyal hidayah itu.

Mata tidak dimaksimalkan untuk melihat kebenaran. Otak tidak dimaksimalkan memikirkan kebaikan. Telinga tidak dimaksimalkan mendengar kisah keshalehan. Bahkan terkadang lebih banyak kufur daripada bersyukurnya. Lebih banyak ingkar daripada taatnya. Lebih banyak menolak daripada menerimanya. Pantaskah jika Allah SWT untuk kemudian disalahkan pada saat hidayah itu tidak menyusup ke dalam dada? TIDAK, Allah SWT tidak boleh disalahkan.

Tidak sedikit yang sering menyodorkan pertanyaan menggelitik, “Bukankah Allah SWT memiliki hak prerogatif menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki?” atau “Bukankah Allah SWT telah menentukan siapa-siapa yang masuk surga dan siapa-siapa yang masuk neraka. Jika demikian ketetapannya, untuk apa kita shalat, untuk apa kita beramal?”

Ya, memang Allah SWT lah yang menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberi hidayah siapa yang dikehendaki. Namun jangan lupa bahwa Allah SWT juga telah membekali manusia berupa fasilitas agar mereka menerima hidayah berupa :

  1. Fitrah yang suci, Rasulullah SAW bersabda, ” Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.” (Al Bukhari). Dengan fitrah dan nuraninya yang suci manusia dapat membedakan yang benar dan yang salah, yang halal dan yang haram, yang shaleh dan yang fasad (rusak)
  2. Alat panca indera untuk membantu mendeteksi kebenaran, Allah SWT berfirman,”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kalian tidak memiliki ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggunganjawabnya” ( QS Al-Isra:36)
  3. Akal, Allah SWT berfirman,”Dan mereka berkata:”Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala (QS Al-Mulk:10)
  4. Hak memilih, Allah SWT berfirman,”katakanlah kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS Al-Kahfi:29)
  5. Diutusnya Rasul, Allah SWT berfirman,”Dan Kami tidak akan mengadzab suatu kaum sebelum Kami mengutus seorang Rasul kepada mereka (QS Al-Isra: 15)
  6. Beban amal yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan manusia, Allah SWT berfirman, “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS Al-Baqarah:185)

Karena itu, daripada terus-terusan mengutuk kegelapan lebih baik kita menyalakan lilin untuk sebuah cahaya. Daripada terus-terusan menyalahkan Allah SWT lebih baik banyak introspeksi diri serta bercermin tentang sejauh apa usaha yang telah dilakukan untuk mengundang hidayah Allah SWT agar menjadi hamba Allah SWT yang sholeh. Karena, biasanya seseorang yang rajin bercermin, wajahnya akan bersih dan terlihat cantik. Allah SWT tidak akan ditanya tentang apa yang Dia perbuat, sementara manusia pasti akan ditanya semua perbuatan mereka. Termasuk shalat-shalat yang telah dilalaikannya.

Wallahu a’lam bish showab.

Semoga kita diberi kepahaman dan kemudahan untuk amal dan sampaikan.

Insya Allah. Semua kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan semata mata karena masih sangat sedikitnya pengetahuan saya pribadi.

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 22, 2012 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s