RSS

Shalatlah, Karena Kematian Itu Sudah Ada Jalannya

23 Feb

SYAIKH Ali Ath-Thanthawi dalam sebuah siaran radio dan televisinya mengabarkan bahwa di Negeri Syam ada Seorang Iaki laki yang memiliki Sebuah mobil truk Lorie (bak terbuka). Ketika mobil itu dijalankan tanpa diketahuinya di atas badan mobil itu ada orang. Mobil itu mengangkut peti yang sudah siap untuk menguburkan mayat. Sedangkan di dalam peti itu terdapat kain yang bisa digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.

Tiba-tiba, hujan turun dan air mengalir deras. Orang itu pun bangun dan masuk ke dalam peti, dan membungkus dirinya dengan kain yang ada di dalam peti. Kemudian, di tengah jalan ada seseorang yang lain naik menumpang ke bak mobil itu di samping keranda. Dia tidak tahu bahwa di dalam peti itu ada orang. Hujan belum berhenti. Orang yang kedua ini mengira bahwa dirinya hanya sendirian di dalam bak mobil itu. Tiba-tiba, dari dalam peti ada tangan terjulur (untuk memastikan apakah hujan sudah berhenti atau belum). Ketika tangan itu terjulur, kain yang membungkusnya juga ikut terjulur keluar. Si penumpang itu kaget dan takut bukan kepalang. Dia mengira bahwa mayat yang ada di dalam peti itu hidup kembali. Karena takutnya, dia terjungkal dari mobil dengan posisi kepala di bawah. Dan, meninggal seketika.

Demikianlah Allah menentukan kematian orang itu dengan cara seperti ini.

Ini juga jalan kematian yang agak berbeda dengan biasanya; Sebuah tv swasta pernah memberitakan bahwa seorang anak berusia 5 tahun di Bone, Sulawesi Selatan, tiba-tiba mati hanya karena kaget mendengar suara meteor. Gara-gara burung, Pesawat Airbus A 320, kedua mesin berpenumpang 155 orang ini tidak berfungsi karena menabrak sekawanan burung. Pesawat jatuh di air, banyak penumpang tewas, pesawat ini milik US Airways (koran republika 2009), atau yang masih hangat, kematian pejalan kaki dan orang orang dipinggir jalan gara gara ditabrak xenia maut di Jakarta.

Yang selalu harus diingat seorang hamba adalah bahwa dia sedang membawa kematian. Bahwa dia sedang berjalan menuju kematian dan bahwa dia sedang menunggu kematian itu entah akan datang pagi atau sore.

Sungguh indah ungkapan Ali bin Abi Thalib “Sesungguhnya kematian terus mendekati kita, dan dunia terus meninggalkan kita. Maka, jadilah kalian anak·anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya, hari ini adalah beramal dan tidak ada hisab, dan esok adalah hisab dan tidak ada lagi beramaI.”

Ungkapan Ali ini mengingatkan kita, bahwa manusia harus selalu siap siaga, memperbaiki keadaannya, memperbaharui taubatnya, dan mengetahui bahwa dia sedang berhubungan dengan Rabb Yang Maha Mulia, Maha Kuat,Maha Agung, dan Maha Baik.

Kematian itu tidak pernah meminta izin kepada siapa saja. Tidak pernah pilih kasih kepada siapa saja. Dan, tidak merajuk. Kematian itu tidak pernah memberikan terlebih dahulu. “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34).

Wallahu a’lam bish showab.

Semoga kita diberi kepahaman dan kemudahan untuk amal dan sampaikan.

Insya Allah. Semua kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan semata mata karena masih sangat sedikitnya pengetahuan saya pribadi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 23, 2012 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s