RSS

Sholatlah tepat waktu

09 Mar

Rasulullah saw. Bersabda,”Barangsiapa meninggalkan sholat hingga lewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan disiksa di neraka selama satu huqub. Satu huqub sama dengan delapan puluh tahun dan satu tahun terdiri dari 360 hari, dan ukuran sehari (akhirat) adalah seribu tahun (di dunia) (dari hitungan ini satu huqub sama dengan 28.800.000 tahun).” (Majaalisil-Abraar).

Dari segi bahasa, huqub artinya waktu yang sangat panjang. Tetapi, menurut kebanyakan hadits, huqub artinya masa di atas delapan puluh tahun. Demikian perhitungan yang ditulis dalam Durrul-Mantsur berdasarkan beberapa riwayat. Ali r.a. pernah bertanya kepada Hilal Hijri rah.a.,”berapa lamakah satu huqub itu?” Hilal Hijri rah.a. menjawab,”satu huqub adalah delapan puluh tahun, dan setahun itu dua belas bulan, dan dalam setiap bulannya terdiri dari tiga puluh hari, dan setiap harinya sama dengan seribu tahun.”

Abdullah bin Mas’ud r.a. meriwayatkan dengan shahih bahwa satu huqub adalah delapan puluh tahun. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. Bersabda,”satu huqub adalah delapan puluh tahun, dan satu tahun terdiri dari 360 hari, dan satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun perhitunganmu di dunia ini.” Juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.huma, ia berkata,”Hendaknya seseorang tidak merasa tenang bahwa dengan adanya iman, suatu saat pasti keluar dari neraka. Memang, setelah dibakar selama 28.800.000 tahun ia akan keluar, dengan catatan, tidak ada hal lain yang membuatnya tinggal lebih lama di neraka. Masih banyak lagi riwayat tentang satu huqub tersebut.

Dalam Qurratul-‘Uyuun, Abu Laits Samarqandi rah.a. menyebutkan sebuah hadits Nabi saw. Bahwa barangsiapa sengaja meninggalkan sholat fardhu, walaupun hanya satu sholat saja, maka akan tertulis namanya di pintu neraka yang harus ia masuki. Dari Ibnu Abbas r.huma, Rasulullah saw. pernah berdoa,”Ya Allah, jangan jadikan salah seorang diantara kami termasuk dalam golongan orang yang sengsara dan celaka.” Lalu beliau bertanya kepada para sahabat,”Tahukah kamu, siapakah orang yang sengsara dan celaka itu?” Jawab para sahabat r.hum., “Engkau lebih tahu, ya Rasulullah.” Sabda beliau,” orang yang sengsara adalah orang yang meninggalkan sholatnya. Di dalam Islam, mereka tidak akan mendapatkan apapun.”

Disebutkan dalam hadits yang lain,”Barangsiapa meninggalkan sholat tanpa alasan syar’i, maka pada hari kiamat Allah tidak akan mempedulikannya, bahkan Allah akan menyiksanya dengan adzab yang sangat pedih.”

Hadits lainnya juga menyebutkan,”Ada sepuluh orang yang akan disiksa sangat keras, diantaranya adalah orang yang melalaikan dan meninggalkan sholat. Tangan mereka akan dibelenggu, mulut mereka akan dikunci, dan para malaikat terus menerus memukuli mereka dari depan dan dari belakang. Surga berkata kepada mereka,”Kamu tidak memiliki hubungan apapun denganku. Aku bukan untuk orang sepertimu dan kamu bukan untukku.” Jahannam berkata,”Mari, kemari mendekatlah kepadaku, kamu untukku dan aku untukmu.” Dalam hadits ini diriwayatkan bahwa di neraka terdapat suatu lembah yang bernama lam –lam. Di dalamnya ada seekor ular yang sangat besar, sebesar leher unta, dan panjangnya seperti sebulan perjalanan. Ular itu diciptakan untuk menyiksa orang-orang yang meninggalkan sholat. Memang, Allah swt. Dengan mudah dapat mengampuni dosa hamba-Nya, tetapi siapakah yang dapat menjamin bahwa Allah swt. Akan mengampuni kita?

Di dalam Az-Zawajir, Ibun Hajar rah.a. menulis,”Seseorang wanita meninggal dunia, lalu saudara laki-lakinya ikut dalam pengebumiannya. Ketika penguburan, dompetnya terjatuh dan masuk ke liang kubur. Saat itu ia tidak memperhatikannya, tetapi kemudian ia teringat. Diam-diam, ia pergi ke kubur saudara perempuannya itu untuk mengambil dompetnya. Baru saja kubur itu dibuka, terlihat kobaran api memenuhi kubur itu. Ia sangat kaget terhadap kejadian itu. Lalu ia mengadukan kepada ibunya sambil menangis dan meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut, “mengapa hal itu terjadi?” jawab ibunya,”saudara perempuanmu selalu malas mengerjakan sholat dan selalu mengqadha sholatnya.” Semoga Allah swt. Menjaga diri kita dari perbuatan tersebut.

Ancaman Allah swt. sangat keras mengenai sholat ini. Tetapi kadang kita yang mengaku sebagai umat Islam tidak menaruh perhatian mengenai hal ini. Ancaman melalaikan sholat saja sedemikian dahsyat, apalagi tidak mengerjakan sholat. Na’udzu Billahi min Dzalik.

Janganlah menunda-nunda perintah Allah swt. karena kita tidak pernah tahu sampai dimana umur kita. Bisa 20 tahun lagi, bisa 1 tahun lagi, bisa 1 hari lagi, atau bahkan 1 detik kedepan.

Wallahu a’lam bish showab.

Semoga kita diberi kepahaman dan kemudahan untuk amal dan sampaikan.

Insya Allah. Semua kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan semata mata karena masih sangat sedikitnya pengetahuan saya pribadi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2012 in Sucikan Hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s