RSS

Arsip Bulanan: Agustus 2012

Tiga Kunci Sukses dan Bahagia

Assalamualaikum Wr. Wb

Saat ini, hampir semua orang mengejar sukses dan bahagia. Ketika orang yang bekerja keras dari pagi hingga larut malam ditanya, ia menjawab, “agar sukses dan bahagia.” Ketika ada suami yang rela meninggalkan istrinya berbulan-bulan ke luar pulau ditanya, ia juga menjawab, “agar nantinya bisa sukses dan bahagia.”

Yahya bin Mu’adz ar-Razi pernah memberikan nasihat tentang kunci sukses dan bahagia. “Sungguh beruntung,” kata Ar-Razi, “orang yang meninggalkan harta sebelum harta meninggalkannya, membangun kuburan sebelum ia memasukinya, dan membuat ridha Tuhannya sebelum ia menemuiNya.”

Nasihat Ar-Razi ini begitu dalam, dan patut menjadi bahan renungan untuk mengevaluasi langkah-langkah kita selama ini. Mulai dari tujuan akhir. Yakni sukses dan bahagia yang hakiki. Sukses sebagai hambaNya yang berujung surga, bahagia selamanya berada di tempat kembali yang sangat mulia. Dan karena kebahagiaan itulah yang hakiki, ia pun mulai terasa sejak di dunia ini.

 

Meninggalkan harta sebelum harta meninggalkan kita

Artinya bukanlah menjauhi harta atau tidak berusaha untuk kaya. Bukan, bukan demikian. Namun maknanya adalah zuhud; meletakkan harta di tangan, bukan membiarkannya berkuasa di hati. Mendapatkan harta, lalu memanfaatkannya untuk beribadah, berinfaq, berjihad dan berdakwah.

Meninggalkan harta sebelum harta meninggalkan kita, artinya kita membelanjakan harta di jalan Allah sebelum harta itu lenyap dari kita. Apa yang kita infakkan itulah sebenarnya harta kita. Seberapa harta yang kita salurkan untuk amal kebajikan dan membantu sesama, itulah nilai kemanfaatan harta kita. Maka dalam Islam, tidaklah penting seberapa orang itu kaya, tetapi yang penting adalah seberapa besar kemanfaatan kekayaannya untuk Islam. Makanya ada sahabat yang kaya dan ada sahabat yang tidak punya. Allah tak pernah mencela keduanya.

Terdapat korelasi yang positif antara memberi/berbagi dengan perasaan bahagia. Penelitian menunjukkan hal itu. Sungguh sebuah kabar gembira di dunia sebelum sukses dan bahagia abadi di akhirat nanti.

 

Membangun kubur sebelum memasukinya

Manusia pernah hidup di alam rahim selama sekitar Sembilan bulan. Lalu rata-rata orang hidup di alam dunia selama sekitar 60 tahun. Setelah itu ia berada di alam kubur. Lamanya bisa bermacam-macam, terbentang sejak kematiannya hingga kiamat tiba. Mereka yang meninggal pada tahun 1012, misalnya. Berarti telah menghuni alam kubur selama 1000 tahun.

Alam kubur yang demikian panjang masanya haruslah disiapkan bekal sejak dini di dunia. Itulah makna membangun kubur sebelum memasukinya. Menyiapkan bekal untuk perjalanan yang sangat lama. Bekalnya tak lain adalah ketaatan dan amal shalih.

Saat seseorang menyiapkan diri membangun kubur dengan ibadah dan kebaikan, ia telah sadar bahwa ke sana ia menuju; cepat atau lambat. Ia yakin kapan saja Allah bisa memanggil dan karenanya ia siap. Kesiapan menghadapi kematian membuat orang merasa ringan menghadapi ujian dan rintangan dalam kehidupan. Ini karena, apapun yang dihadapi dalam hidup ini –ujian, sakit, cobaan, musibah- ia tak lebih hebat dari kematian yang telah bisa disadarinya. Maka orang yang menyiapkan kubur, ia tak mudah stress, tak mudah tertekan, tak mudah depresi. Sebaliknya, ia lebih mudah untuk bahagia.

 

Membuat ridha Tuhannya sebelum menemuiNya

Segala aktifitas dan pilihan hidup yang dijalani seseorang yang telah memegang kunci ini akan selalu diorientasikan pada keridhaan Ilahi. Apa yang ia jalani, apa yang ia alami, senantiasa dievaluasi dengan pertanyaan: “Apakah Allah meridhai ini?”

Dengan orientasi ridha Ilahi, seseorang tak lagi disibukkan dengan berbagai penilaian orang yang bermacam-macam. Yang penting Allah ridha, yang penting ia berada di jalan yang benar. Biarlah satu dua orang tak suka. Ia takkan dipusingkan dengan cela atau puji, apalagi sekedar menuruti gengsi. Dengan demikian hati lebih damai, hidupnya lebih bahagia.

 

Wallahu a’lam bish showab.
Semoga kita diberi kepahaman dan kemudahan untuk amal dan sampaikan.

Insya Allah. Semua kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan semata mata karena masih sangat sedikitnya pengetahuan saya pribadi

 

Sumber : http://www.bersamadakwah.com

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 31, 2012 in Sucikan Hati

 

Bunuh Diri, Benarkah Sebuah Takdir?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.

Dalam hadist di atas, dijelaskan bahwa perkara Ajal adalah perkara yang telah Allah tetapkan waktunya. Tidak bisa dimajukan, ataupun dimundurkan. Perkara ini adalah perkara yang qath’iy. Bahkan didalam al qur’an, hal ini banyak dijelaskan oleh Allah swt. Diantaranya adalah :

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya (QS Ali Imran [3]: 145).

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak pula dapat memundurkannya (QS al-Hijr [15]: 5; al-Mu’minun [23]: 43)

Lantas timbul pertanyaan, lha… kalau begitu bagaimana dengan orang yang bunuh diri? Apakah aktivas tersebut merupakan suatu yang telah Allah tetapkan?

Untuk menjawab persoalan itu,maka haruslah cermat dalam melihat relitasnya. Bukan hanya secara bahasa saja, sehingga ditafsirkan apa yang di lihat.

Pertama, kita harus membahas dulu tentang hakikat takdir dan kematian itu sendiri. Keduanya tidaklah boleh dicampuradukan. Yang kedua barulah kita menyoal perkara kematian/bunuh diri tersebut.

Kematian/ajal

Ayat-ayat al-Quran yang qath’i tsubut dan qath’i dilalah menyatakan secara pasti bahwa Allah SWT sajalah Zat Yang menghidupkan dan mematikan. Allah SWT berfirman:

وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ

Allah menghidupkan dan mematikan (QS Ali Imran [3]: 156).

Al-Quran juga menegaskan hal ini pada banyak ayat lainnya (lihat: QS al-Baqarah [2]: 73, at-Tawbah [9]: 116, Yunus [10]: 56, al-Hajj [22]: 6, al-Mu’minun [23]: 80, al-Hadid [57]: 2).

Allah SWT telah menetapkan ajal bagi tiap-tiap umat maupun individu. Kematian, yaitu datangnya ajal, telah ditentukan waktunya sebagai suatu ketetapan dari Allah yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan. Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya (QS Ali Imran [3]: 145).

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak pula dapat memundurkannya (QS al-Hijr [15]: 5; al-Mu’minun [23]: 43)

Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa satu-satunya sebab kematian adalah habisnya ajal, yaitu habisnya jangka waktu yang ditetapkan untuk manusia; atau datangnya ajal, yaitu datangnya batas akhir umur manusia. Ketika itulah, Allah SWT mematikannya dengan mengutus Malaikat Maut untuk mencabut ruh dari jasad (QS as-Sajdah [32]: 11).

Takdir

Seorang muslim beriman dan yakin bahwa semua keadaan di dunia ini pasti diketahui oleh Allah SWT (karena memang Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ( Al-‘Allim)), baik kejadian yang telah terjadi, sedang terjadi, maupun yang akan terjadi kelak. Kejadian apapun bentuknya telah diketahui oleh Allah SWT dan dituliskan di lauhul mahfudz (kitab induk dan gambaran umum akan luasnya ilmu Allah SWT).

Inilah pengertian sederhana dari taqdir yang telah dijelaskan oleh Al Quran dan hadist Rasulullah SAW. Dengan kata lain taqdir adalah catatan (ilmu Allah) yang menyeluruh tentang segala sesuatu. Yang dimaksud dengan “segala sesuatu” yakni termasuk benda-benda, manusia, amal perbuatan, makhluk hidup lain, dan lain-lainnya, semuanya telah tercatat / diketahui oleh Allah SWT dan dituliskannya di lauhul mahfudz.

Setiap muslim wajib beriman kepada taqdir karena merupakan bagian dari rukun iman. Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khattab, ketika itu malaikat Jibril datang kepada Muhammad SAW dan bertanya :

“coba ceritakan apa iman itu? Lalu Rasulullah menjawab : Iman itu percaya kepada adanya Allah, malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari kiamat, dan percaya kepada taqdir baik dan taqdir buruknya berasal sadi allah SWT.” (Hadist Muslim).

Makna dari semua ini adalah Allah SWT telah mengetahui segala sesuatu tentang manusia sebelum ia diciptakan. Dia juga mengetahui ketetapan nasib seseorang di dunia ini maupun di akherat kelak (bahagia atau celaka, sukses atau gagal, kaya atau miskin, umurnya, dsb.

Pembahasan masalah taqdir sebenarnya hanyalah pembahasan tentang kekuasaan Allah SWT. Taqdir merupakan ilmu Allah dan kekhususan bagiNya (ilmu Allah mencakup segala sesuatu karena ia memang bersifat Al-Allim) dan mustahil ada sesuatu yang tidak diketahuiNya.

Meskipun kita beriman kepada taqdir (ilmu) Allah SWT, janganlah mencampur-adukkan antar “iman kepada taqdir” tersebut dengan “amal perbuatan manusia, Karena keduanya tidak ada hubungan sama sekali. Artinya, ilmu Allah (taqdir) tidak pernah memaksa seseorang untuk berbuat sesuatu dan juga tidak pernah memaksa seseorang untuk berbuat sesuatu.

Rasulullah SAW telah melarang para sahabatnya mencampur-adukan pemahaman taqdir dengan amal perbuatan manusia yang dapat menyebabkab manusia tidak mau berusaha. Harus difahami bahwa ada perbedaan antara : Apa-apa yang harus diyakini dengan apa-apa yang harus dikerjakan.

Telah diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Ali bin abi Thalib ra. Yang artinya :

“Rasulullah SAW suatu hari duduk-duduk (bersama para sahabatnya). Ditangan beliau ada sepotong kayu, lalu dengan kayu tersebut beliau menggore-gores tanah. Lalu nabi mengangkat kepala dan berkata : “setiap kalian yang bernyawa sudah ditetapkan tempatnya di jannah (syurga) dan jahanam”. Para sahabat terkejut lalu bertanya : “kalau demikian ya Rasulullah apa gunanya kita beramal? Apakah tidak lebih baik kita bertawakal saja (kepada taqdir)? Beliau menjawab : Jangan! Tetaplah beramal, setiap orang akan dimudahkan oleh allah jalan yang sudah ditentukan baginya,” lalu Rasulullah membaca surat Al lail ayat 5-10″. (syarah shahih muslim, imam Nawawi, juz XVI, hal 196-197).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash dia berkata: “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

“Allah telah selesai menuliskan takdir semua makhluk, lima puluh tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.” Beliau menambahkan, “Dan arsy Allah itu berada di atas air.” (HR. Muslim no. 4797)

Firman Allah swt,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢ ﴾

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Al Hadid : 22)

Perlu difahami bahwa apa yang telah tertulis di dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) tidaklah menunjukan bahwa Allah swt telah memaksa dalam perbuatan seorang hamba. Tidaklah demikian tafsirnya.melainkan hanya menunjukan bahwa betapa maha luasnya ilmu Allah tersebut. Dia mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Allah swt tidaklah zalim terhadap hamba-Nya.

Allah swt berfirman,

وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلكِن يُضِلُّ مَن يَشَاء وَيَهْدِي مَن يَشَاء وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ   ﴿٩٣

“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An Nahl : 93)

Kehendak (masyi’ah) Allah didalam menunjukkan atau menyesatkan seseorang adalah muthlaq, tidak dipertanyakan apa yang Dia swt perbuat. Namun Allah juga bersifat Adil, maka tidak mungkin Allah menyesatkan orang yang berhak mendapatkan petunjuk atau sebaliknya, firman-Nya,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاء فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ ﴿٤٦

“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu Menganiaya hamba-hambaNya.” (QS. Fushilat : 46)

Allah swt mengetahui bahwa hamba-hamba-Nya akan memilih dan melakukan sesuatu dan ketika Dia swt menulis di Lauh Mahfuzh apa yang akan dipilih dan dilakukannya, maka Allah dalam menulis ini, hanya berdasarkan kepada ilmu-Nya yang meliputi dan menyeluruh. Ilmu Allah tidak pernah berubah. Ilmu Allah hanya mempunyai sifat inkisyaf (menyingkap) terhadap sesuatu yang telah lalu, saat ini dan akan datang. Ilmu Allah tidak memiliki sifat ijbar (memaksa) dan ta’tsir (mempengaruhi) sebagaimana halnya kemampuan dan kehendak-Nya. Jadi Allah mengetahui secara azali tentang hamba-Nya, bahwa ia akan memilih jalan kekufuran dan akan mati dalam kekufuran, tetapi ilmu Allah hanya memiliki sifat inkisyaf tidak memiliki sifat ijbar dan ta’tsir.

Allah telah memberikan pilihan bagi manusia untuk berbuat. Apakah dia berbuat baik atau jahat (melanggar perintah dan larangan Allah). Dan perbuatan itu yang nantinya akan di hisab. Sama dengan konteks bunuh diri.

Tidak bisa dikatakan kepada orang yang telah meninggal karena bunuh diri dengan perkataan , “semua adalah takdir Allah”.

Karena tak ada seorangpun manusia yang tahu apa yang telah tertulis bagi dirinya di lauhul mahfudz. Karenanya tidak bisa dibenarkan jika ada seorang yang berkata : “saya berbuat begini karena telah dituliskan oleh Allah SWT di lauhul mahfudz harus berbuat begini”. Karena darimana ia tahu bahwa Allah telah menuliskan perbuatan itu baginya di lauhul mahfudz???

Adanya catatan di lauhul mahfudz bahwa si fulan bin fulan meninggal dalam keadaan bunuh diri tidak bisa dijadikan dasar, karena sekali lagi, adanya catatan di lauhul mahfudz itu tidaklah bisa dikatakan bahwa Allah telah menetapkan perbuatan itu tanpa kecuali sehingga manusia cukup berdiam diri saja. Jelas tidak benar! Para ‘ulama sepakat bahwa apa yang tertulis di lauhul mahfudz itu hanya menunjukan betapa maha luasnya ilmu Allah terhadap apa-apa yang telah Dia ciptakan, baik alam semesta, manusia dan kehidupan.

Apalagi banyak hadist-hadist yang mengharamkan bunuh diri itu sendiri.

“Pernah ada seseorang yang terluka, kemudian dia membunuh dirinya. Maka, Allah pun berfirman: ‘Hamba-Ku telah meminta kepada-Ku menyegerakan (kematian) dirinya, maka Aku haramkan surga untuknya.'” (Hr. Bukhari)

Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka di neraka jahanam nanti besi itu selalu di tangannya, ia menusuk-nusukkannya ke perutnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka di neraka jahanam nanti ia akan terus meminumnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka di neraka jahanam nanti, ia akan menjatuhkan (dirinya) selama-lamanya.” (HR. Muslim, 109)

Timbul pertanyaan lagi, jika kematian atau ajal telah ditetapkan, bagaimana dengan hadist-hadist yang menceritakan tentang bertambahnya umur manusia?

Seperti bunyi pada hadist :

Siapa saja yang suka dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya hendaklah ia bersilaturahmi (HR al-Bukhari, Muslim, Abu dan Ahmad).

Juga ada beberapa hadis semisalnya. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan pertambahan umur bukanlah penundaan ajal. Karena secara qath’iy jelas kematian/ajal tidaklah bisa ditunda, diundur, atau dimajukan, yang bertambah tidak lain adalah keberkahan umurnya dalam ketaatan kepada Allah. Bisa juga maknanya adalah bukan pertambahan umur biologis, tetapi umur sosiologis, yakni peninggalan, jejak atau atsar al-‘umri-nya yang terus mendatangkan manfaat dan pahala setelah kematian biologisnya.

Abu Darda menuturkan bahwa Rasul saw. pernah bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يُؤَخِرُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا، وَإِنَّمَا زِيَادَةُ الْعُمْرِ بِالذُّرِيَّةِ الصَّالِحَةِ يَرْزُقُهَا الْعَبْدَ، فَيَدْعُوْنَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ، فَيَلْحِقَهُ دُعَاؤُهُمْ فِيْ قَبْرِهِ، فَذَلِكَ زِيَادَةُ الْعُمْرِ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengakhirkan (kematian) seseorang jika telah datang ajalnya. Sesungguhnya bertambahnya umur itu dengan keturunan salih yang Allah karuniakan kepada seorang hamba, lalu mereka mendoakannya sesudah kematiannya sehingga doa mereka menyusulinya di kuburnya. Itulah pertambahan umur (HR Ibn Abi Hatim dikutip oleh al-Hafizh Ibn Katsir di dalam tafsirnya QS Fathir: 11).

Selain anak salih, hadis lain menyatakan bahwa ilmu yang bermanfaat, sedekah jariah dan sunnah hasanah juga akan memperpanjang umur sosiologis seseorang. Pelakunya, meski telah mati secara biologis, seakan ia tetap hidup dan beramal dengan semua itu serta mendapat pahala karenanya.

Kesimpulan

Dari uraian di atas maka akan di dapat kesimpulan :

1. Semua yang telah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi kesemunya telah tertulis di kitab lauhul mahfudz.

2. Kitab lauhul Mahfudz hanya menunjukan betapa maha luasanya keilmuan Allah, yang tidak memaksa atas apa yang tertulis didalamnya terhadap perbuatan hamba.

3. Perkara datangnya ajal/kematian adalah perkara yang pasti. Namun, Allah akan menghisab sebab-sebab kematian itu, apakah karena bunuh diri atau karena sebab lain. Dan sebab-sebab kematian yang itu terjadi di luar kuasa manusia maka Allah tidak akan menghisabnya, seperti meninggal tertimpa batu, jatuh dari pohon, kecelakaan, dan lain-lain yang kesemuanya itu diluar dari kuasa manusia untuk memilih apakah akan dilakukan ataukah tidak dilakukan.

Wallahu a’lam bish showab.
Semoga kita diberi kepahaman dan kemudahan untuk amal dan sampaikan.

Insya Allah. Semua kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan semata mata karena masih sangat sedikitnya pengetahuan saya pribadi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 30, 2012 in ISLAM

 

Tasawuf dan Syariat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya jadi ingat oleh salah seorang koresponden yang mengatakan banyak orang belajar tasawuf tapi mengingkari adanya tarekat, “tasawuf yes, tarekat no”. Dan ketika pertama kali saya bersentuhan dengan Tasawuf, salah seorang kakak saya mengatakan, Tasawuf dan Tarekat “Bid’ah”. Sebenarnya “tasawuf” adalah satu bagian ibadah kepada Allah yang menitikberatkan kepada pensucian hati sanubari. Dengan membersihkan hati dari semua noda (tazkiatun nafs) itu manusia akan mampu dekat pada Allah istilahnya ma’rifat. Untuk bertemu dengan Allah haruslah dengan pendekatan ghaib yang ada pada setiap diri manusia, yaitu HATI sanubari. Hati bagian dari sebuah benda yang disebut batin yaitu sesuatu yang ghaif yang hanya Allah sendiri mengetahuinya.Disalah satu buku referensi saya; Existensialism in the Islamic and Western Educational Philosophies mengatakan kata hikmah; man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu, yang artinya “Siapa yang dapat mengenali dirinya dapat mengenali/ma’rifat kepada Allah”.Jika anda tahu sebenarnya dasar-dasar tasawuf bersumber dari Al-Quran, Al-Hadist dan hasil-hasil pengamalan para Sufi, para Aulia’ dan orang-orang yang shalih. Rasulullah orang pertama yang meletakkan dasar-dasar dan mengamalkan tasawuf melalui Malaikat Jibril dan setelah menerima syariat Islam yang mengatur peribadatan lahir yang disebut jawarih seperti shalat dan sebagainya.Tasawuf merupakan ibadah bathin dan syariat yang merupakan ibadah lahir maka itu harus menyatu. Dua ibadah tersebut tidak boleh berpisah satu dengan yang lain. Ditegaskan oleh Imam Madinah dan pembangun Mazhab ke-2 Malik bin Anas dengan mengatakan: “Orang yang mengamalkan tasawuf tanpa mengamalkan syariat akan menjadi zindiq (menyimpang dari aqidah Islam dan sebaliknya orang yang mengamalkan syariat tanpa mengamalkan tasawuf akan menjadi orang fasik dan orang yang mengamalkan keduanya (tasawuf dan syariat) akan mendapat hasil yang diridhai Allah”.Siapakah orang yang pertamakali mengamalkan tasawuf? Adalah Imam ‘Ali bin Abu Thalib ra kemudian diteruskan oleh al-Hasan al Bashri (Basrah w. 110 H). Lalu diturunkan oleh Habib al ‘Ajami kemudian Abu Sulaiman Daud-Tha-I (Basrah w. tahun 160 H).Lalu Abu Mahfuzh Ma’ruf bin Faeruz al-Karkhi dan Abu-Hasan Sirry bin Mughlis al-Siqthy keduanya dari Bashrah dan Baghdad wafat tahun 151 H.dari Imam Sirry al-Siqthy, tasawuf sampai kepada Imam Tharigah Tasawuf dan Imam Perumus serta pembangun ajaran al-Haqiqah (ma’rifat-haqiqah) yaitu Abu-Qasim Muhammad bin al-Junaid yang kemudian dikenal dengan Imam al-Junaid al-Baghdadi.Al-Baghdadi yang sampai sekarang menjadi Imam Thariqah penganut Allussunah wal Jamaah dari Maroko sampai ASEAN (termasuk Indonesia) ini berasal dari daerah Nahawan Persia dan dibesarkan di Baqhdad hidup dimasa Imam Syafi’i di Baqhdad.Imam al-Junaid al-Baqhdad dalam fiqih mengikuti Imam Abu Tsaur dan aliran tasawufnya sama dengan aliran pamannya yang hidup dimasa Imam al-Muhasibi yang keduanya itu hidup di Baqhdad.Kemudian Syeikh Junaid al-Baqhdad ini wafat tahun 297 H dimakamkan di al-Karkh Baqhdad berdekatan dengan pamannya Sirry al-Siqhty inilah yang menyebarkan tasawuf dan thariqah di seluruh dunia yang menyebar sampai ke Indonesia.Jadi tasawuf dan thariqah keduanya adalah termasuk syariat Islam yang telah diamalkan oleh Rasul dan para Sahabat dan diikuti oleh ummat Islam di dunia.Imam Ghazali berpendapat bahwa kedudukan hukum mengamalkan tasawuf adalah fardhu ‘ain yaitu kewajiban yang harus dilakukan perorangan bukan fardhu kifayah yang cukup dilakukan oleh segolongan orang saja.

Wallahu a’lam bish showab.
Semoga kita diberi kepahaman dan kemudahan untuk amal dan sampaikan.

Insya Allah. Semua kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan semata mata karena masih sangat sedikitnya pengetahuan saya pribadi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2012 in ISLAM

 

“Aku Muslim, Tapi Nggak Sholat”

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pernah nggak, kita membayangkan saat ibu atau ayah kita memanggil, tapi kita masih aja nggak bergeming atau malah pura- pura nggak denger? May be, selanjutnya bakal ada teriakan atau bahkan sesuatu yang melayang, yang pastinya mampir di kita.

Nah, itu aja baru urusan dengan sesama manusia, trus pernah nggak kepikiran, gimana cerita kalau Allah Sang maha Pemberi hidup, “memanggil” kita buat sholat, tapi kita masih aja ogah- ogahan dan males?
Yups, tapi begitulah kenyataan yang ada sekarang ini. Kebanyakan dari kita meremehkan shalat bahkan melihatnya sebagai baban yang berat banget. saking ogahnya, 1001 alasan pribadi dibawa cuma buat menunda-nunda shalat atau bahkan meng-cancel-nya. Na’udzubillah
Parahnya, ada juga yang mendirikan sholat aja nggak, eh malah terang-terangan melecehkan shalat dan menghina orang-orang yang mengerjakannya, tapi kalau ditanya, dia tetap saja mengaku-aku sebagai seorang muslim. Mereka itu juga nggak habis- habisnya mengkritisi perintah Allah tentang tiang agama ini. Ibarat kata saat mereka diajak kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka malah balik berkata, “Kami mendengar tapi kami menentang!”

Padahal kalau saja mereka sadar, mereka cuma membiarkan diri mereka sendiri untuk didikte sama hawa nafsu, setan dan syahwatnya. Hawa nafsunya itu juga yang menegakkan argumen di hatinya, supaya dia merasa tenang, tapi padahal sebenarnya dia telah terhinakan.
Kalau saja mereka mau jujur sama kebenaran, pun hatinya bakal berkata yang sama, kalau yang namanya Sholat, itu adalah ibadah yang sangat amat penting sekali. Sholat jugalah yang bakal pertama kali Allah pertanyakan ke kita nanti kalo di akhirat. Shalat juga merupakan salah satu rukun Islam yang jadi pembatas seseorang itu mukmin atau kafir. 
Nabi SAW bersabda: “Perjanjian yang mengikat antara kami dan mereka adalah mendirikan shalat. Siapa yang meninggalkannya, maka sungguh dia telah kafir”(H.R Muslim)
Selain itu Saking pentingnya,ibadah shalat dalam Islam nggak bakal bisa diganti atau diwakilkan. Cowok atau cewek yang muslim dalam kondisi apapun, sehat ato nggak, aman atau  takut, lagi bermukim dan musafir tetep kudu sholat. Kalau nggak bisa berdiri boleh duduk, kalau tidak bisa duduk boleh berbaring, dan seterusnya.Tapi judulnya kudu tetep sholat. 
Trus apa sih manfaat sholat? Allah Subhanahu wataala berfirman, 
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku.”(Qs. Thaha: 14). “(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah, hati menjadi tenang.” (Qs. Ar-Ra’du: 28)
Friend, orang hidup pastilah butuh yang namanya ketenangan. Dan dua ayat di atas memberitahukan ke kita kalau soal ketenangan jiwa adalah janji Allah yang sudah pasti bakal diberikan kepada orang yang shalat. Hati kita bisa merasa tenang banget kalau selalu mengingat dan dzikir kepada Allah. Nah, sarana berdzikir yang paling efektif itu adalah shalat. Tapi tentu saja, bukan sembarang shalat loh. kan perintah Allah tadi adalah menegakkan sholat dan nggak hanya sekedar melaksanakan. Dan dua hal itu, tentu saja beda, Friend
Kalau kita mendirikan shalat, otomatis ada niat buat perjuangan, keseriusan, kedisiplinan, dan konsentrasi level tinggi. Beda kalau kasusnya cuma sekedar melaksanakan. Kadang kita masih santai, dan nggak perlu serius- serius amat. Yang penting kan udah terlaksana.  
Sholat juga adalah nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Allah juga menjanjikan tingkatan surga tertinggi yaitu surga FIRDAUS bagi hamba-hambanya yang beriman dan mendirikan sholat dengan benar. Tapi nggak tahu kenapa ya, dengan imbalan sebesar itu, sebagian besar dari kita masih aja berat plus bandel buat  melaksanakannya.
Umar bin Khaththab sering mengingatkan para pemimpinnya, dan rakyatnya betapa pentingnya arti sholat bagi mereka. Bahkan beliau berkata, “Barang siapa menjaga sholatnya, sungguh dia telah menjaga agamanya. Barang siapa yang menyia-nyiakan sholatnya, maka terhadap urusan yang lain slain sholat, ia akan lebih menyia-nyiakan lagi”
Ini baru gambaran kecil kalau para kekasih Allah SWT selalu menganggap sholat itu primer banget di mata mereka. 
Maka, belajar dari keteladanan mereka, malu banget dunk kalau kita bilang “aku muslim, tapi nggak sholat”. Lagi pula,Friend…bukankah Allah memberikan jatah waktu 24 jam ke kita selama 1 hari. Dan itu nggak sebentar kan, so kenapa kita nggak mau memberikan walau cuma 24 menit saja buat “laporan” dan mengingat Allah sebagai bentuk rasa trimakasih kita kepadaNya? atau jangan- jangan kita memang termasuk orang- orang yang nggak pandai bersyukur dan berterimakasih? jawabnya, kembali kepada diri kita masing- masing.

 

(dari sumber internet,…lupa sourcenya)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2012 in Sucikan Hati

 

Saudariku Apa Yang Menghalangimu untuk Ber-JILBAB?

1. sy nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno |”lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung”

2. tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | “yang besar2 itu semuaawalnya kecil yg diremehkan”

3. yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiapminggu? make-upan? itu kan fisik?”

4. kerudungan belum …tentu baik | “betul, yangkerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang…(isisendiri)”

5. sy kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | “sowhat? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri,gak korelasi kali”

6. artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hatibaik! | “yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepaladan tutup aurat”

7. kalo kerudungan masih maksiat gimana? dosakan? | “kalo nggak kerudungan dan maksiat dosanya malah 2”

8. kerudungan itu buat aku nggak bebas! | “oh,berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”

9. aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! |”nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah”

10. kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mausama aku!? | “banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok”

11. kalo calon suamiku gak suka gimana? | “berarti dia tak layak, bila di depanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur?”

12. susah cari kerja kalo pake kerudung! | “lalu membantah perintah Allah demi kerja? emang yangkasi rizki siapa sih? bos atau Allah?”

13. ngapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab? | “sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”

14. aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab”

15. kerudung jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “perasaan yg ada-in miss universe laki2 deh,yg larang jilbab di prancis jg laki2”

16. aku nggak mau dikendalikan orang ttg apa yg harus aku pake! | “sayangnya sudah begitu, tv,majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”

17. kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean |”jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhanbegitu, mitos aja”

18. apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! |”katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kataorang laen…”

19. kerudng dan jilbab kan nggak gaul?! | “lha mbakini mau gaul atau mau menaati Allah?”

20. aku belum pengalaman pake jilbab! | “pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan,keyakinan akan nyusul”

21. aku belum siap pake kerudung | “kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”

22. mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “bilang kemama dengan lembut, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”

23. aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! |”bukankah itu perubahan baik?”

24. itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”

25. kasi aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu | “yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”

Masih gak mau pake jilbab? Mau pake alasan apalagi?

 

[sumber : khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 27, 2012 in ISLAM

 

Cara mengatasi, Hukum dan Ciri Suami Istri selingkuh dalam Islam

Tidak mudah mengambil sikap yang tepat saat menghadapi suami atau isteri selingkuh karena biasanya pasangan yang baru ditinggal selingkuh merasa sangat sakit hati, marah, pikiran kalut dan pada sebagian orang akan susah untuk berpikir jernih sehingga membutuhkan masukan positif dari orang lain, sedangkan jika salah curhat (pada lawan jenis) justru akan membuka jalannya perselingkuhan baru, Semoga tulisan saya ini dapat membantu pembaca yang mengalami keadaan tersebut.

 

Definisi Selingkuh

Untuk menyelesaikan permasalahan selingkuh perlu diperjelas dulu apa arti selingkuh. Selingkuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah : suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; 2 suka menggelapkan uang; korup; 3 suka menyeleweng .

Dalam hubungan perkawinan secara umum orang mengartikan selingkuh adalah zina

Maaf sebelumnya, izinkan saya bertanya. Apakah anda sudah menikah dan hal diatas (perselingkuhan ) sedang terjadi pada diri anda atau pasangan anda?

Jika anda jawab: Ya, Selamat ..!! karena anda atau pasangan anda yang berselingkuh akan mendapatkan 7 kesempatan “emas” yaitu :

1. Kesempatan emas pertama yaitu sebagai Balon (Bakal calon) bahan sate di neraka, Jika anda Wanita “paling hanya” akan ditusuk tepat di kemaluan dengan batang besi kasar berwarna merah karena panasnya sebagai balasan bagi wanita yang suka mengikuti nafsunya memasukkan “batang” yang tidak halal dikemaluannya, begitu juga bagi laki-laki yang suka menjepitkan “batangnya” di kemaluan yang tidak halal akan mendapatkan hal yang hampir sama yaitu batang kemaluannya di neraka akan dijepit dengan penjepit besi yang sangat luarbiasa panasmya, sehingga Wanita dan laki-laki pezina ini akan menjerit-jerit dengan suara yang sungguh sangat- sangat keras karena sangat luar biasa rasa sakitnya akibat siksaan ini. Siksaan ini akan menyebabkan seluruh kulit kemaluan melepuh sampai kedalam dan akhirnya badanpun menjadi ikut terbakar karena sangat panasnya besi tersebut, tapi ” jangan khawatir” kulit yang terbakar hangus akan diganti dengan yang baru oleh Allah SWT, yang perlu dikhawatirkan adalah : Siksaan tersebut akan terjadi berulang ulang terus menerus tanpa ada batas waktu akhirnya alias SIKSAAN ABADI (selamanya / kekal didalamnya), setiap kali kulit rusak disiksa dan diganti normal lagi secara sekejab kemudian disiksa lagi agar mereka merasakan azab. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..(QS An Nisa 56)

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (QS. An Nisa 14)

Bagi sebagian orang yang dangkal pengetahuan agamanya gambaran siksa neraka itu seperti cerita dongeng pengantar tidur, tapi bagi yang mempunyai pengetahuan agama pasti akan berpikir dua kali untuk melakukan zina karena dia tahu siksa neraka yang paling ringan adalah sebagai berikut :

An-Nu’man bin Basyir r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW. bersabda: Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka di hari kiamat, ialah orang yang di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. (HR Bukhari Muslim)

Jika anda termasuk anggota “OSIS” ( Organisasi Suami Isteri Selingkuh bukan Organisasi Siswa Intra Sekolah lho.. ) dan belum mau keluar dari anggota serta berani menanggung resiko selingkuh, Nggak masalah..! Lewati saja test berikut agar anda semakin yakin dengan keanggotaan anda,

Bagi wanita, Test bisa dilakukan dengan cara: saat anda makan di warung sate atau ikan bakar, anda bisa dekatkan tangan anda pada api pembakaran dan rasakan… jangan sampai anda merasa bahan sate atau ikan yang dibakar adalah anda sendiri (meskipun akan begitu nantinya) atau diwaktu lain saat anda berada didapur coba rasakan sesaat saat memasak , dekatkan tangan anda pada api kompor .. rasakan .. itung -itung itu sebagai “latihan kecil ” untuk mendapatkan hadiah panas yang lebih besar lagi nantinya.

Bagi Laki-laki, Test bisa dilakukan dengan mendekatkan tangan pada korek api gas atau rokok menyala pada tangan anda dan rasakan Jika tangan anda tahan panas dekatkan sumber panas lebih dekat lagi… jika tangan anda tidak tahan panas … saya sungguh heran jika masih ada yang berani selingkuh ? kenikmatan farji perempuan atau bagi wanita “batang” laki-laki yang tidak halal sungguh tidak sebanding dengan siksa neraka yang harus ditanggung, Jika anda muslim anda pasti percaya isi Alquran itu 100% PASTI BENAR ( QS.An Nisa ayat 14 &56 diatas ).

Dijaman sekarang ini sungguh setan sudah sangat berkuasa atas manusia karena banyak suami atau isteri tidak takut siksaan diatas bakal terjadi pada dirinya meskipun diingatkan dan masih diberi kesempatan hidup tetap saja tidak mau bertobat, bahkan mungkin masih ada yang berani tersenyum sinis membaca tulisan saya diatas , tapi tidak mengapa…. apakah pezina sombong ini masih bisa tersenyum saat maut datang padanya dan tidak punya kesempatan lagi untuk bertobat Nasuha ( Tobat semurni-murninya / Benar-benar Tobat) . Enggan bertobat atau mengulur-ulur waktu bertobat biasanya terjadi pada laki-laki atau perempuan yang akal sehatnya telah ditutupi oleh nafsunya sendiri…. mereka berpikir selingkuh dan zina sudah umum dilakukan dan biasa terjadi pada orang lain jadi tidak mengapalah hampir semua orang melakukan …. sehingga banyak temannya, siksaan dahsyat pezina saat sakratul maut, di alam kubur dan di neraka pasti tidak akan terjadi. … Jelas itu adalah pikiran orang yang sangat tersesat jauh .. sahabat sejati setan penggoda lawan jenisnya…. Kasihan orang tua dari pezina ini Bapak Ibunya membesarkan dirinya dengan susah payah akhirnya hanya jadi pezina yang tidak peduli dengan siapapun kecuali pada pasangan zinanya…. Orang seperti ini memang pantasnya hanya di rajam sampai mati seperti pada jaman Rasullullah SAW baru akan sadar kalau dirinya telah salah jauh tersesat….

Jadi bagi pezina yang sombong membaca tulisan mengenai gambaran siksa seperti diatas hanya akan ditanggapi biasa saja tanpa ada rasa khawatir sedikitpun…. tapi saya ingatkan sekali lagi… untuk sekarang ini siksaan tersebut memang belum bisa dirasakan tapi tunggu tanpa diminta…. setelah maut menjemput silahkan rasakan akibatnya saat tiba awalnya adalah sakratul maut kemudian di liang kubur baru siksa di neraka, Saya jamin 1 triliun persen pasti para pezina ini akan sangat menyesal nantinya… tapi ya itu tadi …sayangnya masih banyak pezina yang diberi kesempatan hidup dan diberi pengetahuan setelah membaca artikel ini masih tapi tetap saja tidak mau bertobat… Khusus bagi yang belum menikah silahkan baca disini mungkin bisa jadi obatnya untuk tidak zina lagi.

Siksa neraka abadi itu pasti terjadi , Benar saya tidak mengada-ada panasnya neraka jutaan kali dari panas yang ada dibumi . Dua kali lagi saya ingatkan Siksaan Paling Menyakitkan di Neraka PASTI TERJADI bagi pezina sombong yang tidak mau bertobat, Siksaan pedih dan abadi yang diceritakan di Al Quran 100% pasti benar, karena Alquran dijaga keasliannya oleh Allah SWT sendiri dari dulu sampai akhir zaman, buktinya : sampai sekarang Alquran tidak pernah dapat dipalsukan satu hurufpun jk sampai bisa dipalsukan pasti akan s ketahuan dan tidak bertahan lama karena Alquran dapat dihafalkan oleh jutaan orang yang tersebar diseluruh didunia.

 

2. Kesempatan emas Kedua menerima hadiah tanpa dipotong pajak setelah mati yaitu : Siksa Kubur . tapi sayangnya Hadiah Siksa kubur ini hanya berlaku sampai hari kiamat tiba, jadi anda tidak dapat menikmati selamanya seperti di Neraka, Hadiah Siksa kubur bagi anggota “OSIS” akan lebih besar dibandingkan bukan anggota “OSIS” karena Selingkuh (Zina) adalah DOSA BESAR rangking 2 setelah dosa sirik. Siksa kubur akan menimpa pezina dari pagi sampai petang setiap hari sampai hari kiamat tiba sebagaimana firman Allah SWT menyiksa Firaun karena dosanya dalam surat Al Al Mu’min ayat 45-46

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.” (QS. Al Mu’min: 45-46)

“Yang dimaksud dengan Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang adalah siksaan di alam barzakh (alam kubur). ” (Fathul Qodir, 4/705)

Dalam shahih Muslim, Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, keduanya dari Jarir, Zuhair berkata, Jarir menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Abu Wa`il, dari Masruq, dari Aisyah yang berkata, “Ada dua orang nenek tua dari kalangan Yahudi Madinah masuk menemuiku dan berkata, ‘Sesungguhnya penghuni kubur itu diazab dalam kubur mereka.’ Aku (Aisyah) mendustakan mereka dalam hal ini karena memang tidak mau percaya begitu saja kepada mereka. Mereka berdua akhirnya keluar, dan masuklah Rasulullah SAW kepadaku langsung aku tanyakan, ‘Wahai Rasulullah, dua orang nenek Yahudi tadi masuk kepadaku dan mengatakan bahwa penghuni kubur itu diazab dalam kubur mereka. Rasulullah SAW bersabda, “Mereka benar, sesungguhnya penghuni kubur itu diazab dengan siksaan yang bisa didengar oleh binatang.” (Shahih Muslim, no. 586 dan Shahih Al-Bukhari, no. 6366).

 

3. Kesempatan emas Ketiga menerima Hadiah Belaian Sakratul Maut. Hadiah ketiga ini tentunya hanya dapat dinikmati sekali saja seumur hidup sebagai awal atau hidangan pembuka bagi pezina sebelum menikmati hadiah-hadiah “nikmat” lainnya,

Nikmatnya belaian sakratul maut dapat dibaca di Al Quran :

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata):” Keluarkanlah nyawamu “. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. QS. al-An’am (6) : 93

dan

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan”. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau”. Al Qiyamah: 26-30

sedangkan rasa sakit sakratul maut dijelaskan oleh:

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya ” Lihat Jami’u Al Bayan Fii Tafsiri Al Quran (26/100-101) dan Fathul Qadir (5/75).

Sakratul maut dalam kitab Durratun Nasihin digambarkan rasanya seperti dikuliti kulit tubuhnya dalam keadaan hidup, sungguh sangat sangat menyakitkan hanya saja bagi para pezina saat sakratul maut keadaan menyakitkan ini tidak mudah untuk dilihat oleh orang umum kecuali oleh orang tertentu karena pezina ini tidak dapat berkata -kata sebab jiwanya sedang dicabut dan tidak dapat berinteraksi dengan menggerakkan tubuhnya kecuali matanya yang terbuka tidak terpejam karena terpana dengan hadiah yang bakal diterima …Hi.hi.hi … Sungguh asyikkan rasanya? beda dengan berzina yang rasanya sungguh menyakitkan… (maaf terbalik)

 

4. Kesempatan emas Keempat untuk dibunuh atau dirajam terutama bagi anda yang sudah menikah dan melakukan selingkuh (zina) apalagi zina dengan suami atau isteri orang lain akan lebih besar lagi kesempatannya di bunuh oleh pasangan dari yang anda selingkuhi karena dalam Islam membolehkan hal itu meskipun secara hukum negara KUHP dilarang.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” (HR Bukhâri no.6878 dan Muslim 1676)

 

5. Kesempatan emas Kelima Berlibur Menginap Gratis di Hotel Prodeo selama 9 bulan alias Menginap di Penjara serta berurusan dengan Polisi jika suami atau istri selingkuhan sakit hati dan melaporkan perzinaan suami atau isterinya ke Polisi dengan membawa Bukti dan Saksi karena selingkuh / zina model ini adalah melanggar Pasal 284 KUHP yaitu termasuk kategori kejahatan dalam kesusilaan dengan ancaman hukuman 9 bulan kurungan penjara.

 

6. Kesempatan emas Keenam “Bercengkrama” Ribut Terus dengan Suami atau isteri dan berkesempatan berpisah dengan anak-anaknya.

Padahal dapat dipastikan jika pezina bercerai dan melanjutkan hidup dengan selingkuhannya sampai saat ini belum ada ceritanya akan bahagia. Untuk sementara memang akan bahagia tapi tidak selamanya karena karena kejadian selingkuh akan terjadi berulang (selingkuh lagi dengan yang lain) atau karena faktor lain seperti sifat atau hal yang terbuka dan baru terlihat setelah menjalani hidup dengan selingkuhannya . Banyak sekali contohnya untuk itu. Saat ini memang belum tapi nanti … tunggu buktikan sendiri.. pasti anda akan percaya 1000 %.

 

7. Kesempatan emas Ketujuh Mendapat Jaminan Hari Tua Tidak dihargai atau dirawat anak-anaknya karena anak-anaknya akan sakit hati teringat ibunya yang sengsara ditinggal selingkuh bapaknya begitu juga sebaliknya.

Sebagian orang menganggap selingkuh itu biasa asal tidak zina padahal sebenarnya selingkuh model ini yang justru berbahaya karena dapat menjerumuskan orang baik menjadi pezina tanpa disadarinya karena hubungan berjalan secara normal alami, melibatkan emosi dan saling membutuhkan, seperti berhubungan lewat telpon /sms dengan lawan jenis tanpa sepengetahuan suami /isterinya apalagi sampai membicarakan hal yang dapat membangkitkan rangsangan nafsu. Hubungan ini akan menimbulkan ketergantungan dan penyakit hati (rindu) yang berakibat akan mengurangi hak suami/ isterinya dan menyakiti hati suami/ isteri selain itu perbuatan ini juga akan membuka jalan zina, oleh karena itulah Allah SWT melarangnya sesuai dengan firman-Nya dalam Quran Surat Al Isro ayat 32 yang menyebutkan perbuatan mendekati zina dilarang .

Jika Selingkuh sampai terjadi Zina akan terlalu besar dosanya, Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam sampai menghalalkan darah seorang muslim yang selingkuh (zina) untuk dibunuh jika pelaku sudah pernah menikah (lihat hadist sahih dibawah) . Karena besarnya dosa itulah Setan selalu berusaha dengan cara apapun untuk mengajak seorang suami atau isteri selingkuh dengan cara memberikan pandangan tipuan agar orang lain lebih baik dari isteri atau suaminya ( kenyataannya memang tidak ada suami/ isteri yang sempurna pasti ada kekurangannya), dan parahnya lagi setelah perselingkuhan terjadi justru setan yang akan memberitahu kepada pasangannya adanya perselingkuhan tsb sehingga terjadi keributan dan akhirnya terjadi perceraian, itulah tujuan akhir dari Godaan setan untuk selingkuh yaitu Perceraian. Setelah pelaku selingkuh menjadi duda/ janda akan lebih bebas dan mudah tergoda nafsu sehingga terjadilah perzinahan abadi. Jadi bagaimanapun juga selingkuh PASTI ketahuan bagaimanapun rapatnya menutupi perselingkuhan karena ketahuan adalah bagian dari strategi utama setan menghancurkan pernikahan.

Selingkuh itu nikmat apapun bentuknya mau Selingkuh Ringan ataupun Selingkuh Berat sama nikmatnya bahkan akan terasa lebih nikmat dari suami atau isteri sendiri meskipun hanya sekedar sms. SMS dari selingkuhan akan lebih nikmat dari suami/ isteri sendiri ini karena ada SETAN yang ikut berperan didalamnya yang masuk dalam jiwa dan pikiran baik saat awal kenalan, sms/ chatting berbicara, bersentuhan dan akhirnya berzina. Setan akan ikut secara penuh didalamnya dan tidak akan pernah berhenti ikut campur sampai manusia itu ada niat berusaha sendiri secara keras dan meminta pertolongan Allah untuk bisa berhenti .

“Langkah terbaik menghindari / berhenti dari perselingkuhan adalah tidak lagi menjalin komunikasi atau berduaan dengan lawan jenisnya tanpa didampingi muhrim”

Jika anda masih melakukan selingkuh tetapi belum diketahui pasangan anda atau orang lain, saran saya segera saja berterima kasih dan mohon ampun kepada Allah karena Allah telah menutupi aib anda, segeralah berhenti dan bertobat kepada Allah selagi masih ada kesempatan sebelum terbuka Aib dan ajal menjemput anda, Jangan lupa terbukanya aib akan merubah kehidupan anda yang semula tenang dan terhormat menjadi gelisah dan memalukan apalagi jika sampai ajal terjadi sudah tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat.

Allah Maha Pengasih dan Penyayang juga Maha Pengampun, jadi apapun dosa kita (kecuali sirik) jika kita mau mohon ampun secara sungguh-sungguh pastilah Allah mengampuni kita .

(Bagi yang belum menikah dan berzina jangan khawatir anda masih bisa mendapatkan kesempatan emas 1,2 dan 3)

Jika anda jawab : Tidak. Bersyukurlah kepada Allah karena Allah telah melindungi dan telah memberikan hati yang baik bagi anda. Semoga Allah selalu memberi ketetapan iman bagi anda.

Berhati-hatilah bergaul dengan lawan jenis karena setan dan para pembantunya dengan berbagai cara akan selalu berusaha menjerumuskan kita untuk berbuat selingkuh / zina.

Hukum Al Quran dan Hadist Sahih Bukhari Muslim tentang selingkuh / zina

Dalam Islam perbuatan mendekati zina dilarang apalagi sampai zina sungguh sangat dilarang oleh Allah, sesuai dengan firman Allah :

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al Isro 32)

Bagi yang mengaku beragama Islam dan melakukan zina jika tahu hukuman Allah dan sesama muslim sangat berat , pasti akan menyesal seumur hidupnya dan berpikir ribuan kali untuk melakukan zina karena pezina yang sudah pernah menikah, di Islam tidak ada hukuman lain kecuali dibunuh atau dirajam sampai mati, beda bagi yang belum pernah menikah cukup di cambuk 100 kali tanpa belas kasihan, memang Indonesia adalah negara yang mempunyai penganut Islam terbesar di dunia (207juta / 88% islam ) dan tidak menggunakan syariat islam untuk memutuskan suatu perkara perzinaan, tapi bagi muslim yang takut hukuman Allah di akhirat akan jauh lebih berat daripada hukum di dunia maka jika mampu pasti akan melaksanakan hukuman ini atau setidaknya bertobat nasuha untuk perbuatan ini. Saya hanya menyampaikan hal yang sebenarnya hukuman Allah bagi pezina, coba perhatikan Al quran dan dijelaskan oleh Hadist Nabi SAW dibawah:

dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik (QS. Al Maidah 49)

(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam) nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. QS. An Nuur 1-2)

Ayat diatas sangat jelas perintah Allah kepada Masyarakat muslim dan pezina yang wajib melaksanakan hukuman yang telah ditetapkan Allah jika tidak ingin ditimpakan musibah karena hal tsb

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” (HR Bukhâri no.6878 dan Muslim 1676)

Hadist ini sangat jelas mengatakan seorang yang berzina dan ia telah menikah halal dibunuh selain pembunuh dan muslim yang murtad

Ada seorang lelaki, yang sudah masuk Islam, datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengakui dirinya berbuat zina. Nabi berpaling darinya hingga lelaki tersebut mengaku sampai 4 kali. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah engkau gila?’. Ia menjawab: ‘Tidak’. Kemudian beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau pernah menikah?’. Ia menjawab: ‘Ya’. Kemudian beliau memerintah agar lelaki tersebut dirajam di lapangan. Ketika batu dilemparkan kepadanya, ia pun lari. Ia dikejar dan terus dirajam hingga mati. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan hal yang baik tentangnya. Kemudian menshalatinya” (HR. Bukhari no. 6820)

Hadist ini juga jelas mengatakan bahwa pezina yang sudah menikah hukumannya adalah di razam sampai mati.

Apakah ancaman hukum Allah dalam Al quran dan diperjelas oleh Nabi SAW belum cukup untuk menghentikan perselingkuhan dan melakukan zina

Berhati-hatilah jika sewaktu –waktu Allah tanpa diketahui saatnya (mungkin nanti, besok malam atau lusa ) menyuruh malaikat izrail mencabut nyawa pezina sombong

Hanya satu permintaan orang yang telah mati kepada Allah saat dikubur yaitu minta dihidupkan kembali di dunia untuk bertobat atas segala dosa-dosanya karena ia tahu hukuman yang ditimpakan Allah kepadanya akan sangat berat dan tidak akan mampu dirinya bertahan tapi tetap saja hukuman diberikaan tanpa tiada akhir dan berkesudahan. Tidak percaya ? Simak ayat Al quran dibawah:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (QS. Al Mu’minuun 99-100)

Demikianlah untuk dijadikan pengetahuan bagi orang yang beriman untuk tidak melakukan perbuatan selingkuh atau zina

 

Tanda – tanda suami / isteri selingkuh

Sering meninggalkan sholat terutama subuh, mulai suka bohong dan lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai suami /isteri dalam rumah tangga.

Dalam keseharian tidak perhatian dan tidak mesra dalam hubungan suami isteri jika bicara suka berbantahan banyak alasan

Pergi Pagi Pulang Malam dan suka berlama –lama di pekerjaan dengan alasan lembur jika pergi keluar kantor tidak izin suami / isteri

Mencari-cari alasan untuk bisa pergi keluar sendiri dan tidak mau ditemani

Handpone di password jika dihidupkan suara ringtone di silence

Jika bepergian sulit dihubungi atau jika bisa dihubungi hanya sebentar dan mati lagi serta mempunyai no hp lain tanpa sepengetahuan suami / isteri

Tidak mau putus hubungan dengan Handphone dan internet

Sibuk SMS dimana saja tanpa kenal waktu dan pergi saat menerima telpon, jika ada anda gugup dan akan bilang nanti saya hubungi atau telpon langsung dimatikan tanpa dijawab

Jika pulang dari bepergian akan langsung kebelakang untuk menghilangkan jejak perselingkuhan

Biasanya cuek tapi tiba-tiba perhatian untuk menutupi perselingkuhan

Beli pakaian baru yang tidak biasa, suka berdandan dan memakai minyak wangi

 

Cara mengatasi Suami atau Istri yang selingkuh dalam Islam

Untuk mengatasi suami atau isteri selingkuh kenali dulu tanda-tandanya untuk mencegah perselingkuhan selain itu perhatikan kurangnya kebutuhan lahir batin dari pasangannya, kurang perhatian dan meyepelekan pasangan, kondisi kejiwaan dan jauh dari suami/ isteri, kemajuan teknologi serta kurangnya pengawasan suami/isteri yang mendorong terjadinya perbuatan selingkuh.

Meskipun untuk berselingkuh tergantung dari keimanan masing –masing pelakunya, akan tetapi bila tidak hati-hati kita akan tergelincir dalam lingkaran perselingkuhan yang awalnya sama sekali tidak menginginkannya.

Hanya dengan selalu ingat kepada Allah dengan tidak meninggalkan Shalat dan menjadi suami / isteri soleh yang berderajad tinggi bukan derajad Pelacur selingkuh dapat dihindari

Jika suami atau isteri terlanjur selingkuh jangan khawatir pasti ada jalan keluarnya asal selalu dekat dan yakin dan mau berusaha mencari jalan keluar dan beriktiar kepada Allah SWT pasti semua masalah akan selesai.

 

Jika suami atau isteri :

1. Selingkuh Ringan

Selingkuh ringan artinya suami/isteri melakukan Perbuatan mendekati zina belum zina yang sebenarnya seperti : sms mesra , telpon mesra , chatting mesra, ketemuan dan berduaan dengan laki / perempuan tanpa izin suami atau isterinya.

Selingkuh Ringan adalah awal dari Selingkuh berat (Zina)

Perbuatan ini pasti akan menyakiti hati anda, merendahkan kehormatan serta menyepelekan anda. Agar perselingkuhan model ini cepat terselesaikan dan tidak berkembang menjadi Selingkuh Berat secepatnya dilakukan perbaikan hubungan dengan suami / istri yaitu dengan cara melakukan diskusi dari hati-kehati pada waktu dan suasana yang tepat agar maksud dan tujuan tercapai caranya:

– Benahi dulu kondisi mental anda, Tidak perlu marah2 meskipun anda tahu semua itu adalah kesalahan suami / isteri bukan anda, marah tidak akan menyelesaikan masalah, tenangkan diri anda agar dapat berfikir jernih, tambah ibadah seperti sholat sunat rawatib, tahajjud, hajad dan berdzikir sebanyak-banyaknya agar hati menjadi tenang serta buat kesibukan positif.

– Sebelum berdiskusi, koreksi diri anda sendiri dulu dan jawablah pertanyaan kenapa suami / isteri anda selingkuh jika anda tahu jawabannya itulah solusinya. Coba ubah diri anda dulu sesuai perkiraan kemauan suami / isteri karena bagaimanapun juga suami / isteri anda dulu mencintai anda

– Pada waktu dan suasana yang tepat berdandalah yang rapi ganteng / cantik dan pakaian sexy, memakai parfum kesukaan suami /isteri tapi jangan berhubungan sexual dulu, tanyakan pada suami / isteri anda alasan dia selingkuh, jika tidak mau mengungkapkan pancing dengan mengatakan hal –hal yang paling tidak disukai dari suami / isteri yang tidak menyakti hati pasangan agar dia mau mengungkapkan hal yang tidak disukai pada anda jadikan informasi ini sebagai tambahan koreksi terhadap diri anda sendiri

– Setelah suami / isteri mengungkapkan seluruh isi hatinya, Minta maaflah anda karena bagaimanapun juga salah satu factor kekurangan diri anda menjadikan suami / isteri anda selingkuh.

– Katakan pada suami / isteri bahwa anda janji akan merubah sikap anda begitu juga dengan suami / isteri anda diminta untuk berjanji mengubah perilakunya.

– Nasehati dengan baik dan tambahkan perhatian serta kasih sayang serta tanyakan apa yang diinginkan pasangan agar bisa menghentikan perselingkuhan, berikan bimbingan dengan cara yang baik usahakan ayat Al Quran dan Hadis diatas bisa dibaca atau dimengerti oleh suami / isteri anda.

– Ulangi buat perjanjian dengan suami atau isteri selingkuh yang isinya jika diulang lagi sampai batas tertentu anda tidak akan segan untuk menggugat cerai suami atau mencerai istri

– Sambil menunggu waktu berlalu , cari informasi tentang pasangan selingkuh suami /isteri sebelum menuduh suami isteri selingkuh, catat no hp, alamat rumah maupun pekerjaan , datangi baik-baik dan minta tolong kepada pasangan selingkuh agar tidak mengganggu suami atau isterinya buat perjanjian jika masih selingkuh akan di laporkan ke orang tuanya, suami / isterinya atau atasannya .

– Jika masih saja tetap selingkuh ringan tanyakan pada suami / isteri apakah masih ingin meneruskan perkawinan atau tidak beri waktu untuk berfikir dan memutuskan.

– Jika sudah sampai 3 kali suami / isteri tetap saja selingkuh ringan jangan ragu untuk menggugat cerai karena sebenarnya suami atau isteri anda sudah zina yang sebenarnya .

 

2. Selingkuh Berat

Jika suami / isteri anda tidak hanya selingkuh ringan tapi sudah melakukan perbuatan zina

untuk Suami jangan ragu untuk segera menceraikan isteri anda (Dalil menyusul ) , atau melaporkan perselingkuhan tersebut ke polisi atas pelanggaran Pasal 284 KUHP yaitu termasuk kategori kejahatan dalam kesusilaan atau perlakukan orang yang menyelingkuhi isteri anda menggunakan dalil hadist nabi diatas.

Tapi bagi Isteri yang suaminya selingkuh dan tidak ingin mengajukan gugatan cerai pada suami, ada pahala dari Allah untuk kesabaran dan keikhlasan anda. Pertimbangkan dengan matang untuk mengambil sikap jika suami selingkuh dengan melihat faktor :

1. Sifat dasar suami dilihat dari ketekunan dan pengetahuan agama, komitmen, tanggung jawab, Sifat dan kemungkinan tidak berbuat selingkuh lagi serta kesungguhan suami untuk bertobat

2. Kondisi diri pribadi anda seperti umur, kesempatan menikah lagi, ada tidaknya calon pengganti, status, jaminan hidup kedepan dll

3. Masa depan anak anda, kebahagiaan keluarga besar anda dan suami dll

Faktor – faktor diatas bisa membantu anda untuk mengambil keputusan jika suami selingkuh.

Tapi jika anda masih mencintai suami dan anda rela untuk berbagi dengan mempertimbangkan faktor diatas tidak ada salahnya anda memberi kesempatan pada suami untuk membina rumah tangga lagi karena secara Islam seorang suami boleh beristeri lebih dari satu jika Mampu dan Adil sedangkan wanita tetap tidak boleh bersuami dua meskipun mampu dan adil.

Untuk mendapatkan ketenangan batin dan ditunjukkan Allah jalan terbaik mengatasi segala masalah yang ditimbulkan akibat suami / isteri selingkuh, Islam memberikan cara yang sangat MANJUR yaitu Ikhlas dengan apa yg diberikan Allah , Sholat Tahajjud di 1/3 malam terakhir (jam 02.30-03.30) malam) dan pagi-siang-sorenya melakukan zikir Ya Allah….. dan Sholawat Nabi : Sallahu ala Muhammad ….. sebanyak-banyaknya agar hati menjadi tenang…

 

Semoga manfaat

 

Sumber : http://fath102.wordpress.com/2011/01/27/cara-mengatasi-dan-ciri-suami-istri-selingkuh-dalam-islam/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 16, 2012 in ISLAM