RSS

Arsip Kategori: teori photoshop

RAY OF LIGHT, Asli dan Palsu

RAY OF LIGHT, Asli dan Palsu disadur dari Adi Irawan ( FN )

A. ROL Asli

Untuk mendapatkan ROL asli, sangat tergantung sama keberuntungan. Syaratnya matahari harus bersinar dengan cerah, dan kabut juga harus tebal. Saya pernah gagal untuk mendapatkan ROL, walaupun embun tebal, namun matahari ketutup sama awan.. dasar nasib..Jadi untuk mendapatkan ROL yang bagus, tidak cukup datang satu kali saja ke satu tempat, biasanya berkali-kali, atau yang paling gampang, lewat aja tiap hari , pasti suatu saat nemu yang paling bagus. Waktu motret biasanya saya lakukan sejak pukul 7.30 s/d maksimal 8.30 pagi, kadang masih bisa bagus walaupun sudah jam sembilanan. Saya selalu mengambil dalam format RAW, biar masih punya banyak celah untuk pengaturan selanjutnya, kalo udah jago setting di kamera mungkin langsung jpg aja kali yah..he.he. Foto yang saya jadikan contoh saya ambil dengan exposure 1/160 second dan Aperture 5.6, dengan exposure compensation saya turunin -2/3. ISO 100, FL 27mm. (Camera: 400D, Lensa Tamron 18-250). Sudut pengambilan juga sangat menentukan berhasil tidaknya mendapatkan ROL. Saya biasanya agak sedikit “menantang” matahari, biar dapatnya lebih seru.

Ini ada beberapa contoh print screen RAW Image, dengan perbedaan exposure:

Gambar 0-a.

Gambar 0-b.

Gambar 0-c.

Gambar 0-d.

 

Berikut ini contoh RAW image yang akan saya proses selanjutnya.

Gambar 1

Gambar 2

 

Kemudian dengan RAW Image Task 3.1 bawaan Canon, saya atur Digital Exposure Compensation diangka +0.4 dan White Balance di 6000K.

Gambar 3

 

Kemudian WB Shift Sumbu B-A di A1 dan sumbu G-M di G2. Hal ini saya lakukan dengan tujuan untuk menemukan tone yang saya inginkan. Kembali ke selera rekan-rekan kalu untuk pilihannya, tergantung selera masing-masing. Langkah berikutnya, saya Save ke dalam format JPG, agar diolah bisa diolah lanjutan di PSCS3. Sebagai tambahan info saja (buat yang belum tahu), PSCS3 bisa untuk melakukan proses RAW ini, kadang-kadang juga saya pergunakan, tapi untuk kesempatan ini tidak saya pakai.

Gambar 4

Gambar 5, Detail Setingannya.

 

Berikutnya, File JPG tersebut saya buka PSCS3.

Copy background image untuk di Filter Highpass dari Filter>Other>High Pass dengan nilai sekitar 1.6pxl. Kemudian Blend Mode di set Overlay, yang dimaksudkan untuk melakukan Sharpen saja. Selain cara ini bisa dilakukan dengan Filter Sharpen, silakan dipilih. Langkah terakhir, saya atur Brightness/Contras dengan brightness di +6 dan Contras tetap 0. Selanjutnya, karena biasanya pengen diupload, saya resize dengan sisi ukuran terbesar ke 900 pxl, dan kemudian biasanya saya merubah “canvas size” ke 900x900pxl, terus kasih background Hitam. Untuk ROL aseli hanya sampai di sini saja, dan fotonya bisa dilihat di sini

 

Kalo masih berminat, juga masih bisa dilakukan burn and dodge ditempat yang diinginkan.

Kesimpulan dari olahan di atas, sebenarnya yang dilakukan hanya pengaturan White Balance, Save ke JPG, dan sedikit atur Brightness/Contras saja. Tidak ada olahan yang luar biasa yang dilakukan.

 

B. ROL Palsu (Tambahan)

Bagi yang masih belum puas dengan ROL aselinya, masih bisa ditambahin dengan ROL Palsu kalo mau (bukan aseli dari saya caranya).

Sebagai catatan, ROL tambahan ini akan muncul jika ada backlicght. Karena gambar ini pada dasarnya sudah memiliki backlight, jadi bisa langsung diaplikasikan. Jika tidak ada, “terpaksa” harus dibuat backlight dengan overlay layer baru dengan warna tertentu (misal Kuning), kemudian Opocity diturunkan, Masalah yang timbul, kita harus melakukan Musking terhadap POI, dan ini pastinya memerlukan waktu.

Langkah Pertama adalah membuat layer baru, kemudian select kotak kecil saja, dan Fill 50% gray. Tambahkan noise dari Filter>noise>add noise, dengan settingan: Amount 400%, Distribution: Gaussian, Monochromatic di centang.

Gambar 6

 

Kemudian digedein Kotak kecil tersebut di resize secukupnya.

Gambar 7

 

Langkah berikutnya, Pilih Filter>Blur>Motion Blur.

Lakukan minimal 2 kali atau sesuai selera dan kebutuhan.

Gambar 8

 

Kemudian Pilih menu Edit>Transform>Distort, dan atur aja sesuai dengan arah datangnya cahaya.

Gambar 9

 

Kemudian langkah terakhir, pilih blend modenya di softlight. Dan jangan lupa untuk melakukan blur dengan filter blur (Filter>blur>Gaussianblur) agar ROL nya “agak” alami. Untuk menguatkan ROL nya, bisa dengan menaikkan kontrasnya melalui Menu “Level” atau “Curve”. Untuk finishing, bisa dilakukan Musking di Bagian Rumput bawah saja (lihat layer 1 copy, di Gambar 10.)

Gambar 10.

 

Hasil akhirnya bisa dilihat di Gambar 11

Gambar 11. Perbandingan RAW preview, Pengaturan WB &B/C (Original ROL), Dengan tambahan Artificial ROL

Semoga masih ada manfaatnya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 12, 2009 in teori photoshop

 

Membuat Tone IR lebih cerah dan variatif dengan Photoshop “Minimalisir Grain”

Disadur dari Hanky Tanuwijaya ( FN )

Pertama2 masukan file mentah IR kedalam Photo shop…Lalu Ketik “CTRL+U” untuk shortcut menuju pengaturan Hue dan Saturasi..Atur Hue sedemikian rupa untuk memilih kombinasi warna yang anda inginkan…

NB:untuk pertama kali, perbedaan warna belum terlalu terlihat, karena warna keseluruhan masih terlihat pucat..

Kedua.. aturlah saturasi yang ada di bawah metering “Hue”..Saturasi untuk mengatur tingkat kecerahan pada gambar..Dengan menambah saturasi, gambar mulai terlihat makin cerah…Namun perlu diingat, bahwa menambah saturasi akan menimbulkan “grain”…Jadi tambahkan saturasi secukupnya..

Setelah meningkatkan saturasi dan perubahan warna pada Hue, Selanjutnya Gunakan Match Color untuk meningkatkan intensitas warna, dan juga memperbaiki warna yang terlihat lebih pucat…Match color lebih minimal meningkatkan grain dibanding dengan penambahan saturasi..

NB:Letak menu “match color” IMAGE>ADJUSTMENT>MATCH COLOR

Sampai tahap ini sebenarnya Warna sudah lebih cerah dan Tone baru sudah bisa didapatkan…Namun, untuk lebih variatif, bisa kita lanjutkan kepada tahap berikutnya dengan penggunaan menu Selective color..

fungsi..Selective color fungsinya adalah untuk memilih Warna yang ada pada Gambar, Lalu mengatur kadar warna yang ada di dalamnya..

Misalkan.. Jika anda memilih warna biru, Berarti komputer akan menyeleksi semua unsur pada gambar yang mengandung warna biru.. Lalu anda atur kadarnya warna CMYK (cyan,Magenta,Yellow,Black)sesuai keinginan anda..

pada gambar dibawah, yang saya pilih adalah warna biru pd gambar, dan saya tambah kadar cyan agar langitnya makin terang dan segar… Letak Selective color:IMAGE>ADJUSTMENTS>SELECTIVE COLOR

Tahap selanjutnya yaitu dengan mengatur kontras gambar tersebut…pada gambar di bawah, saya menggunakan Curve”CTRL+M” untuk mengaturnya…tetapi ada cara lain yang lebih mudah dilakukan yaitu dengan pengaturan Level”CTRL+L”…

Bagian kiri adalah metering untuk shadow, dan bagian kiri adalah metering Highlight…Dengan Metering Level dan Curve ini, gambar dapat terlihat lebih hidup..

Selesai sudah..Retouching untuk mempercerah gambar IR…Untuk Penyelesaian akhir, kita kambali kepada cara pertama…yaitu dengan pengaturan HUE “CTRL+U”….Dengan Mengatur metering Hue tersebut, anda akan mendapat pilihan warna yang cukup banyak…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 12, 2009 in teori photoshop

 

membuat efek tulisan air

Pada tutorial Photoshop kali ini kita akan belajar cara membuat sebuah efek teks atau tulisan

yang seolah terbuat kumpulan tetesan air. Efek ini adalah efek yang sudah dibahas pada artikel

sebelumnya, jadi jika belum membacanya, silahkan dibaca dulu cara pembuatan efek ini di sini.

Pada tutorial yang ini, kita hanya akan membahas tentang pembuatan bentuk tulisannya saja. ( disadur dari tutorial photoshop / sadewo )

Langkah membuat efek tulisan air dengan Photoshop

Langkah 1

Buatlah sebuah file baru, atau buka file yang sudah ada (yang akan Anda beri efek teks ini). Pada contoh kali ini,

saya menggunakan sebuah gambar daun pisang, yang saya dapat dari kumpulan gambar wallpaper.


Langkah 2

Buatlah sebuah layer baru, dengan cara mengeklik icon Create New Layer di palet layer.


Isi layer yang baru tadi dengan warna putih.

Langkah 3

Buatlah sebuah tulisan yang berwarna hitam. Ukuran dan jenis huruf bisa disesuaikan sendiri dengan kebutuhan

Anda. Pada tutorial ini, saya menggunakan jenis huruf / font Tempus Sans ITC. Gunakan font sesuai selera Anda,

namun mungkin akan lebih bagus jika jenis huruf yang digunakan bukan huruf-huruf yang formal.


Langkah 4

Gabungkanlah layer tulisan dengan layer 1 (layer yang berwarna putih tadi) dengan cara mengaktifkan layer

tulisan kemudian memilih menu Layer > Merge Down. Yang layer background (yang isinya gambar yang

dbuka tadi, dalam tutorial ini adalah gambar daun pisang tadi) jangan ikut digabung.

Langkah 5

Pada layer yang sudah digabung tadi, berikanlah efek Crystalize. Lakukan ini dengan cara memilih menu Filter

> Pixelate > Crystallize. Masih ingat dengan efek foto robek? Ya, hampir mirip dengan langkah yang ada pada

tutorial tersebut. Pada pengaturan ukuran Cell size, aturlah secukupnya hingga gambar nya seperti dibawah ini.

Pada tutorial Photoshop ini, saya beri pengaturan sebanyak 6.


Tujuan langkah ini adalah agar pinggiran dari tulisan menjadi tidak rata secara agak berlebihan, hingga ada

bagian dari tulisan yang mengecil bahkan terpotong.

Langkah 6

Langkah berikutnya adalah membuat gambar tersebut agak kabur, tujuannya untuk membuat tepian yang tidak

rata tersebut menjadi agak buram dan kabur. Lakukan ini dengan cara memilih menu Filter > Blur > Gaussian

Blur. Pada tutorial ini, saya isikan 3,5 pixel pada nilai pengaturan Radius.


Langkah 7

Sekarang pilihlah menu Image > Adjustment > Levels. Buatlah agar gambar yang sudah dikaburkan tadi

semakin kontras. Buatlah seperti gambar dibawah ini. Dekatkan titik segitiga Shadow dengan Highlight.


Langkah 8

Aktifkan palet channel (palet ini bisa diklik langsung namanya di dekat palet Layer, atau dengan memilih menu

Window > Channel). Pada palet ini, klik icon Load Channel as Selection.


Langkah 9

Kembali lagi pada palet layer (Window > Layer). Tekanlah tombol Delete pada keyboard untuk menghapus

warna putih pada layer yang sudah berisi tulisan tadi. Yang terhapus hanyalah bagian putihya saja, sesuai dengan

bentuk seleksi pada Langkah ke-8 tadi.

Setelah ini, hilangkan seleksinya dengan memilih menu Select > Deselect.


Langkah 10

Atur bentuk tulisan ini, agar lebih sesuai dengan kondisi gambar background. Pada tutorial ini, saya mengubah

ukurannya dengan Edit > Free Transfrom, dan menggunakan fasilitas Warp mode.


Langkah 11

Sekarang terapkan Style tetesan air yang sudah kita punyai. Jika ingin menambah beberapa bentuk tetesan lagi,

pilihlah Brush tool, kemudian sapukan beberapa lingkaran kecil pada layer tulisan ini. Secara otomatis, style

tetesan air akan langsung ikut diterapkan juga.

Berikut ini gambar tutorial efek tulisan air yang sudah jadi.


Selamat mencoba dan berkreatifitas dengan Photoshop.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 27, 2009 in teori photoshop